Langsung ke konten utama

Lebaran Sebentar Lagi.. Siap-siap (Khusus Jomblo) Ditanya Kapan Nikah

Wah.. Nggak terasa ya bulan Ramadhan tahun ini sebentar lagi berlalu, dan kita semua sekarang sedang bersuka cita mempersiapkan diri menyambut datangnya Hari Idul Fitri, hari kemenangan kaum muslimin dan muslimah di dunia. Ibarat bayi yang baru lahir, hari Idul Fitri menjadi momen suci untuk bermaaf-maafan, membuka peluang terhapusnya segala dosa yang dulu pernah kita lakukan. Idul Fitri pula menjadi ajang berkumpulnya keluarga untuk saling bersilaturahmi melepas rindu.

Ketupat.. Rempah2 buat masak.. Dan kue2 khas lebaran..

Apa sih yang paling dikangenin saat Lebaran?

THR?

Kumpul-kumpul keluarga?

Makanan enak? (Ketupat sayur, opor, nastar, putri salju, dll..)

Baju baru?

Malam takbiran?

Libur panjang?

Mudik?

Wah.. Banyak yaa..

Mama saya (baju putih) lagi sibuk beli ayam di Pasar Toddopuli Makassar untuk keperluan lebaran.


Lebaran memang memberi banyak sekali kesan. Datangnya hanya sekali setahun, tapi momen kebersamaan dan keceriaannya sungguh tak tergantikan.. Lebaran juga bikin orang berbondong-bondong.. Ada yang berbondong-bondong menyerbu tempat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa.. Ada pula yang berbondong-bondong menyerbu mall atau pusat perbelanjaan berburu barang-barang diskon.. Iya.. Menjelang lebaran kan memang lagi berjamur "Lebaran Sale" di mall-mall.. Bikin mata jadi laper ya? Lumayan.. Bisa eksis di hari raya dengan outfit keren, tapi karna harganya sudah diskon, jadi masih terjangkau di kantong.. Hehehe..

Jadi mau ikut berbondong ke mana nih?

Hehehe..

Intinya, lebaran memang ajang bersuka cita.. Tapi, jangan lupa, bahwa Idul Fitri adalah sesuatu bernilai ibadah.. Kadang-kadang kalap ngejar diskon, kita jadi lupa deh sama ibadahnya.. Bener nggak sih?

Eit.. Eit.. Tunggu dulu.. Liat deh.. Siapa tuh yang lagi murung di pojokan? Mau lebaran, bukannya ikutan seneng, malah cemberut aja sih?

Usut punya usut, ternyata ada sebagian orang (termasuk yang lagi mojok ini) cemberut mikirin lebaran yang sebentar lagi mau datang.. Lebih tepatnya, lebaran jadi satu teror yang menakutkan buatnya..

Wah..Ternyata ada juga ya yang takut sama lebaran? Kirain pada seneng aja ngunyah ketupat sama nastar?

"Saya takut ditanyain 'Kapan Kawin' sama keluarga besar saya..", akunya sembari memasang wajah masam.

Ehm.. Lebaran memang menjadi momen anjangsana bagi para keluarga. Bagi sebagian jomblo (sebagian aja yaa.. Yang nggak ngerasa, jangan sensi dulu.. Hehehe..) yang sudah memasuki usia pantas menikah tapi belum kunjung menikah, biasanya ada saja yang iseng bertanya begini padanya saat lagi rame-ramenya momen ngumpul2 famili.. Ada lho yang sampai nunda mudik gara-gara males ditanya-tanyain gini.. (Ehm.. Separah itukah?).

"Jangan terlalu sibuk mikirin kerjaan, kapan donk punya pasangan? Betah aja sih hidup sendiri.. Hehehe.."

Atau..

"Kapan nih calonnya dikenalin ke tante?"

Atau..

"Nikahnya kapan nih? Percuma dandan tebel-tebel tapi belum ada gandengan.." (Ngompor banget kalo yang ini yaa.. Hehehe..)

Atau..

"Udah waktunya kawin tuh.. Mana nih calonnya?".

Atau..

"Kapan donk mamamu dikasih menantu? Anak tante aja semua udah pada nikah.. Mamamu pasti udah gak sabar tuh mau nimang cucu..".

Hayoo.. Pada sensi? Sensi?

Sensi boleh-boleh aja sih.. Tapi, mau menghindar juga susah.. Lebaran dan "ditanyain kapan kawin" kadang emang udah sepaket.. Mau dipisahin? Susah.. Makanya, sebagai jomblo cerdas, harus punya trik untuk menghadapi serangan cecaran pertanyaan tanpa jawaban pasti ini..

Sayang aja kan kalo momen lebaran yang harusnya bahagia ini jadi nggak bisa kita nikmati secara total? Karena.. biasanya.. semakin kita memasang muka cemberut, biasanya semakin bersemangatlah orang-orang yang bertanya itu.. Ujung-ujungnya, bisa jadi bahan lelucon untuk ditertawakan rame-rame, yang buat kita tuh bener-bener nggak enak, agak norak, dan.. Nggak asyik..

Jadi.. Hadapi aja dengan tabah (memang harus tabah kan?) dan sebisa mungkin nggak usah dimasukin ke hati..

Tarik nafas dalam-dalam lalu jawab dengan santai, sambil nyengir juga boleh..

"Belum nih om/ tante.. Jodohnya masih ngumpet.. Hehehe.."

Atau..

"Belum ketemu jodoh nih om/tante.. Makanya, cariin donk.. Kayaknya kalo om/tante yang nyariin, bisa pas deh sama saya.."

Atau..

Paling oke sih begini.. "Belum ada om/ tante.. Kalo udah ketemu, pasti saya kenalin deh.. Doain aja yaa biar saya cepet nemu yang cocok..".

Intinya, jika memang kita serius ingin menikah, mintalah didoakan agar jodoh kita segera dipertemukan dengan orang yang tepat buat kita.. Lumayan kan, bila semua sanak saudara yang hadir kompakan mendoakan kita dan barengan mengucap "Aamiin.."?.

Kita tak perlu menganggap pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagai teror menyebalkan. Anggap saja pertanyaan tersebut sebagai bentuk perhatian mereka sama kita. Bisa juga pertanyaan tersebut hanya iseng saja keluar dari mulut mereka sebagai basa-basi karena tak ada bahan obrolan..

Ingatlah, bahwa pertanyaan seputar hidup kita tak akan pernah ada habisnya.. Sifatnya kontinyu.. Setelah "Kapan Kawin?", akan ada "Kapan punya momongan?, "Kapan nambah anak lagi?", dan seterusnya.. Dan seterusnya..

Ingatlah pula bahwa menikah bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi adalah tentang siapa yang paling tepat.. Iya donk.. Dengan siapa kita menikah akan menentukan kelanjutan kisah hidup kita seterusnya.. Harus dipikirin matang-matang donk.. Setuju?

Jadi, rugi kan kalo lebaran cuma bisa bete? Hehehe.. Mari hadapi sebijak mungkin..

***

Lebaran? Siapa takut?

Prepare our wise answer.. And just enjoy the moment..

***

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Transformasi Puskesmas Minasa Upa Menuju Peningkatan Derajat Kesehatan Warga Makassar

"Mau miskin, mau kaya, semuanya berpotensi sakit. Makanya kita terus berinovasi di bidang kesehatan.."


Pernyataan di atas disampaikan langsung oleh Bapak Ir. Muh. Ramdhan Pomanto (Walikota Makassar) dalam sambutannya saat berkunjung ke Puskesmas Minasa Upa, Senin 9 Oktober 2017. Kunjungan tersebut sekaligus untuk meresmikan UPTD Puskesmas Minasa Upa Makassar.


Bagi saya, kunjungan Bapak Walikota yang akrab disapa dengan nama "Pak Danny" ini sangat spesial, karena Puskesmas yang tepat berada di depan rumah saya ini banyak memberi kenangan tersendiri.



Wajah Baru Puskesmas Minasa Upa


Boleh dikata masa kecil saya dihabiskan dengan bermain bersama teman-teman sekompleks di daerah BTN Minasa Upa. Bahkan di sore hari, saya dan teman-teman sering main petak umpet di pekarangan dan ruang tunggunya yang dulu masih berbentuk semi terbuka.

Dulunya, Puskesmas yang berada di Kelurahan Karunrung, Kecamatan Tamalate ini hanya berupa bangunan sederhana 1 lantai. Seiring waktu, ia te…

Kota Anging Mammiri Semarak Dibuai Kilau F8

"Anging Mammiri Kupasang..
Pitujui Tontonganna..
Tusaroa Takkalupa.."

Selalu terharu, bahkan bisa menitikkan air mata saat mendengar lagu Anging Mammiri mengalun ketika kebetulan saya sedang jauh dari kampung halaman.. Rindu sudah pasti, tapi jika kaki masih jua di tanah rantau, belum sanggup beranjak pulang, apa mau dikata.. Hanya doa yang terangkai, agar rasa ingin berjumpa ini cepat-cepat tuntas.. Menghitung hari.. Membayangkan sanak saudara di pelupuk mata..

Kemudian.. syukur luar biasa saat melihat kota Makassar ini sudah berkembang jauh. Mungkin karena kemajuan jaman yang berpengaruh banyak pada perubahan tingkah laku, kebutuhan, dan gaya hidup masyarakatnya, Makassar kini tumbuh menjadi kota metropolitan. Pembangunan dengan pesat telah mengisi sendi-sendi kehidupan di kota yang terkenal dengan Pantai Losari ini.

Banyak yang berpendapat seperti ini.. "Tak lengkap rasanya bila ke Makassar tapi belum pernah berkunjung ke Pantai Losari..". Oleh karenanya, tak meng…

Nia Ramadhani Buka Toko "Roti Mama Nia" di Kota Makassar

Apa menu favoritmu saat sarapan? Atau.. kalo lagi gak pengen makan yang berat-berat, apa makanan ringan yang jadi pilihanmu sebagai teman bersantai atau bekerja?

Beragam pilihan makanan bisa jadi jawaban, tergantung selera masing-masing.. Tapi kalo aku sih,  jawabannya simple aja: Kalo bukan kue, ya roti, alasannya karena lebih gampang didapat dan pilihan rasanya juga variatif.
Roti termasuk salah satu penganan yang selalu berinovasi dari waktu ke waktu. Sejarah mengungkap bahwa awal mula perkembangan roti dimulai dari daerah Mesir dan Mesopotamia, di mana ketika itu manusia mulai menjadikan gandum sebagai makanan pokok.

Seiring waktu, manusia mulai menemukan cara yang lebih baik untuk mengolah gandum agar menjadi makanan yang lebih enak dan layak dikonsumsi, yaitu dengan dilumatkan dengan air hingga menjadi pasta, dipanaskan di atas api, lalu dikeringkan. Roti bahkan pernah menjadi penanda strata sosial manusia kala itu, tergantung dari warna rotinya. Semakin gelap warna roti, maka …