Langsung ke konten utama

Transera Waterpark.. Wahana Main Air yang Gak Sekedar Basah-Basahan




"Diobok-obok Airnya Diobok-obok..
Kena mukaku, aku jadi mandi lagi.."
(Air - Joshua Suherman)

Penggalan lirik lagu anak di atas bikin ingatan saya flashback ke era tahun 90-an. Masa kecil yang memorable, jauh dari bete karena kuping kita dimanjakan dengan sajian musikal yang pas dengan usia kita. Betapa nikmatnya pulang sekolah di siang hari pas lagi capek-capeknya, langsung aja nyalain TV, nonton lagu anak-anak.. Boleh dikata berbeda 180 derajat dengan jaman sekarang, yang biarpun katanya era sudah maju, tapi relatif sulit untuk mencari nyanyian buat anak-anak.

Situasi tersebut cukup membuat saya resah sebagai seorang ibu. Jujur saja, saya ingin anak saya menikmati masa kecilnya dengan bahagia, dengan hiburan-hiburan yang gak "ketuaan" untuk usianya. Iseng-iseng buka Youtube, akhirnya ketemu deh sama lagu Joshua yang identik dengan kata "Diobok-obok"-nya ini..

Unik dari segi lirik, unik juga video klipnya.. Jadi ceritanya dalam klip ini, si Joshua ini lagi main air sama temen-temennya (ditemenin sama komedian Tukul Arwana) lagi main-main air di salah satu wahana air. Seru banget! Bikin anak saya (yang usianya bulan depan udah 2 tahun) jadi seneng dan kepengen nonton terus. Efek selanjutnya.. anak saya jadi suka main air juga (maksudnya mau niru-niru Joshua). Setiap mandi, airnya diobok-obok juga, sampe-sampe saya yang mandiin jadi ikut basah juga kena cipratannya.

Gara-gara itu, saya jadi kepikiran.. Kayaknya enak nih ngajakin anak ke wahana air yang mirip-mirip video klip Joshua itu. Iseng-iseng saya nanya ke suami saya.. “Pah.. kita ajak radit ke wahana air yuk.. Kayaknya seru deh..”. Pucuk dicinta ulam tiba, suami saya langsung mengiyakan, dan terpilihlah Transera Water Park. Salah satu wahana air yang berlokasi di Area Perumahan KOTA HARAPAN INDAH Bekasi.

Tadinya saya sempat penasaran sih.. Kenapa harus jauh-jauh ke Bekasi sih padahal Cuma mau main air doang?
Pertanyaan itu kemudian terjawab. Bukan hanya setelah saat kami tiba di lokasi, tapi selama di perjalanan menuju Transera, kami menjumpai banyak hal menarik yang tentunya bisa jadi hiburan yang asyik untuk anak kami. Hari itu jadi momen pertama kalinya Radit naik kereta Commuter Line (yang menjadi sarana transportasi yang kami pilih untuk ke Bekasi). Betapa excited-nya dia melihat-lihat deretan pemandangan kota yang kami lalui dari balik kaca jendela. Saking semangatnya, Radit selau teriak-teriak sambil ketawa-ketawa setiap menemui hal-hal unik. Bangunan, kendaraan, orang-orang yang berlalu-lalang. Semua tak luput dari kegembiraannya.


Lebih senangnya lagi saat sudah sampai di lokasi Transera Waterpark. Saya cukup takjub dengan arsitektur bangunannya yang menarik dan penuh warna. Kalau anak saya sih senangnya sama patung-patung hewan-hewan lucu yang terpajang di situ. Saat memasuki area bagian dalamnya, kita akan disambut dengan suasana adventuring Timbuktu (terinspirasi dari benua Afrika).

Transera Waterpark memiliki beberapa wahana unggulan yang pertama di Indonesia seperti Crazy Cone dan Tangalooma. Crazy Cone merupakan Crazy Cone merupakan wahana luncur yang memiliki dua slide terbuka dan tertutup. Di wahana ini saya melihat pengunjung sangat menikmati meluncur di atas air dari ketinggian. Bahkan anaknya teman saya berulang kali mencoba wahana ini karena memang mengundang keseruan tersendiri.

Crazy Zone


Ada juga wahana Golwe Pool yang mengajak kita dan keluarga merasakan sensasi berenang dengan gulungan ombak menggulung dan beriak ala Afrika, dengan ketinggian ombak 1,60 meter.

Golwe Pool


Wahana yang tak kalah seru adalah Mosi-Oa-Tunya. Di sini, pengunjung bisa merasakan asyiknya berseluncur cepat dari ketinggian 10 meter di atas permukaan tanah, bisa dengan posisi duduk ataupun tengkurap.

Mosi-Oa-Tunya

Namun satu yang menarik perhatian Radit adalah arena Turkana Pool. Di area yang kedalamannya kurang dari 50 cm ini Radit terlihat menikmati bermain air di sini. Mulai dari berjalan mengelilingi arena Turkana sambil sesekali mencoba perosotan dan air mancur yang membuatnya kegirangan. Belum lagi ember tumpah (boom bucket) yang sesekali airnya mengenai wajah Radit saat berada di bawahnya. Radit bahkan tidak mau beranjak sedikit pun dari arena ini. Saat diajak udahan, malah nangis.

Bahkan ketika saya mengajaknya menepi untuk udahan, lagi-lagi dia berjalan menuju kolam untuk menceburkan diri di dalam air. Turkana Pool memang seperti menghipnotis Radit untuk terus bermain air. Tidak salah memang jika wahana ini menjadi favorit bagi anak-anak di Transera Waterpark. Namun demikian, ingatlah untuk selalu menjaga dan mengawasi anak kita saat bermain di wahana ini, menghindari kemungkinan terpeleset atau bersenggolan dengan anak-anak lain.



Turkana Waterpool


Puas basah-basahan saya coba berkeliling wahana-wahana lain siapa tahu ada yang menarik dan memikat hati saya untuk berkunjung lagi . Satu hal menarik yang saya temui ada di area wisata seluas 6,8 hektar ini adalah selain area basah, Transera Waterpark juga memiliki area kering (dry park) untuk bermain, salah satunya adalah Tangalooma.  Di area ini pengunjung bisa meluncur dengan nyaman di atas slide yang lebar. Sensasi meluncur di atas slide membuat Tangalooma menjadi arena yang banyak dicoba pengunjung.

Tangalooma

Sebagai wahana rekreasi keluarga, Transera Waterpark  dilengkapi berbagai fasilitas seperti kemudahan transaksi bagi pengunjung yang ingin membeli tiket melalui Transera Ticketing Machine yang membantu memudahkan pengunjung untuk membeli tiket untuk anggota keluarganya. Transera Ticketing Machine ini berada di sudut kiri halaman depan Transera Waterpark. Selain itu, ada juga smart tag yang bisa digunakan untuk transaksi selama berada di area Transera. Dengan smart tag ini pengunjung bisa membayar sewa ban, loker, membeli makanan, dan  berbagai fasilitas lainnya di Transera.

Souvenir Shop

Musholla


Transera Waterpark juga dilengkapi fasilitas penunjang lainnya seperti area parkir yang luas, ATM, mushola, dan Merchandise shop buat pengunjung yang ingin membeli pernak-pernik Transera Waterpark seperti kaos dan sandal. Aneka fasilitas ini tentu saja memudahkan pengunjung dan membuat pengunjung semakin nyaman berada di Transera Waterpark. Buat Anda yang tinggal di sekitar Bekasi atau buat warga Jakarta yang ingin mencari wahana rekreasi keluarga yang berada tidak jauh dair Jakarta, Transera Waterpark bisa menjadi pilihan pas buat liburan bersama keluarga.

Komentar

  1. Seru ya.. kapan deh klo ke Bekasi, pengen mampir ke sini. Mau ngobok2 airnya juga hehee

    BalasHapus
  2. Serunya...sayangnya ndak pas ki waktuku ke Makassar :(

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Transformasi Puskesmas Minasa Upa Menuju Peningkatan Derajat Kesehatan Warga Makassar

"Mau miskin, mau kaya, semuanya berpotensi sakit. Makanya kita terus berinovasi di bidang kesehatan.."


Pernyataan di atas disampaikan langsung oleh Bapak Ir. Muh. Ramdhan Pomanto (Walikota Makassar) dalam sambutannya saat berkunjung ke Puskesmas Minasa Upa, Senin 9 Oktober 2017. Kunjungan tersebut sekaligus untuk meresmikan UPTD Puskesmas Minasa Upa Makassar.


Bagi saya, kunjungan Bapak Walikota yang akrab disapa dengan nama "Pak Danny" ini sangat spesial, karena Puskesmas yang tepat berada di depan rumah saya ini banyak memberi kenangan tersendiri.



Wajah Baru Puskesmas Minasa Upa


Boleh dikata masa kecil saya dihabiskan dengan bermain bersama teman-teman sekompleks di daerah BTN Minasa Upa. Bahkan di sore hari, saya dan teman-teman sering main petak umpet di pekarangan dan ruang tunggunya yang dulu masih berbentuk semi terbuka.

Dulunya, Puskesmas yang berada di Kelurahan Karunrung, Kecamatan Tamalate ini hanya berupa bangunan sederhana 1 lantai. Seiring waktu, ia te…

Kota Anging Mammiri Semarak Dibuai Kilau F8

"Anging Mammiri Kupasang..
Pitujui Tontonganna..
Tusaroa Takkalupa.."

Selalu terharu, bahkan bisa menitikkan air mata saat mendengar lagu Anging Mammiri mengalun ketika kebetulan saya sedang jauh dari kampung halaman.. Rindu sudah pasti, tapi jika kaki masih jua di tanah rantau, belum sanggup beranjak pulang, apa mau dikata.. Hanya doa yang terangkai, agar rasa ingin berjumpa ini cepat-cepat tuntas.. Menghitung hari.. Membayangkan sanak saudara di pelupuk mata..

Kemudian.. syukur luar biasa saat melihat kota Makassar ini sudah berkembang jauh. Mungkin karena kemajuan jaman yang berpengaruh banyak pada perubahan tingkah laku, kebutuhan, dan gaya hidup masyarakatnya, Makassar kini tumbuh menjadi kota metropolitan. Pembangunan dengan pesat telah mengisi sendi-sendi kehidupan di kota yang terkenal dengan Pantai Losari ini.

Banyak yang berpendapat seperti ini.. "Tak lengkap rasanya bila ke Makassar tapi belum pernah berkunjung ke Pantai Losari..". Oleh karenanya, tak meng…

Nia Ramadhani Buka Toko "Roti Mama Nia" di Kota Makassar

Apa menu favoritmu saat sarapan? Atau.. kalo lagi gak pengen makan yang berat-berat, apa makanan ringan yang jadi pilihanmu sebagai teman bersantai atau bekerja?

Beragam pilihan makanan bisa jadi jawaban, tergantung selera masing-masing.. Tapi kalo aku sih,  jawabannya simple aja: Kalo bukan kue, ya roti, alasannya karena lebih gampang didapat dan pilihan rasanya juga variatif.
Roti termasuk salah satu penganan yang selalu berinovasi dari waktu ke waktu. Sejarah mengungkap bahwa awal mula perkembangan roti dimulai dari daerah Mesir dan Mesopotamia, di mana ketika itu manusia mulai menjadikan gandum sebagai makanan pokok.

Seiring waktu, manusia mulai menemukan cara yang lebih baik untuk mengolah gandum agar menjadi makanan yang lebih enak dan layak dikonsumsi, yaitu dengan dilumatkan dengan air hingga menjadi pasta, dipanaskan di atas api, lalu dikeringkan. Roti bahkan pernah menjadi penanda strata sosial manusia kala itu, tergantung dari warna rotinya. Semakin gelap warna roti, maka …