Langsung ke konten utama

Tetap Vit dengan K-VitC plus Teavigo


Rutinitas yang padat bikin aku jarang punya kesempatan untuk memperhatikan kondisi tubuh. Begadang sampai larut malam (kadang sampai subuh) untuk menemani anak bermain atau belajar. Disusul paginya harus buru-buru bangun untuk mandiin Nenek. Maklum, di usianya yang sudah 80 Tahun lebih ini, beliau sudah tidak kuat untuk melakukan aktivitas sehari-harinya seperti muda dulu.

Jujur.. sering sekali saya merasa lemas atau loyo akhir-akhir ini.. Apalagi ketika baru bangun pagi.. Seperti tak bertenaga.. Parahnya, kalo sudah loyo begini nafsu makan menurun, disertai ngantuk yang sulit dikontrol, efek kurang istirahat.. Kalau sudah begini, penyakit mudah sekali menyerang daya tahan tubuh, mudah stres, mudah terserang penyakit..

Karena tidak tahan dengan kondisi vitalitas tubuh yang terus menurun ini, segera saya berpikir solusi terbaik. Saya butuh multivitamin yang tak hanya mampu menjaga kekebalan tubuh saja, tapi juga dapat berkontribusi secara menyeluruh untuk kesehatan.

K-VitC plus Teavigo, Solusi Vitalitasku




Beruntung, saya ketemu satu solusi untuk mengatasi kekhawatiran atas penurunan stamina tubuh saya, yaitu "K-VitC plus Teavigo", multivitamin unik produk terbaru dari K-link, yang memadukan Vitamin C dan Ekstrak Hijau Termurni. Kedua kandungan ini sekaligus menjawab kebutuhan vitalitas tubuh saya.

Vitamin C merupakan "The King of Vitamin" yg bersifat esensial, mampu larut dalam air, berfungsi sebagai antioksidan yang luar biasa. Vitamin C sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak gampang sakit, sekaligus memelihara fungsi kerja organ-organ tubuh, menetralisir racun dalam darah, baik untuk kesehatan kulit, melindungi dari radikal bebas dan zat-zat berbahaya, mencegah anemia, dan membantu regenerasi sel-sel dalam tubuh.

Sementara itu, Teavigo yang merupakan ekstrak teh hijau termurni juga merupakan antioksidan yang sangat baik juga untuk kesehatan. Teavigo mengandung Epigallotechin gallate (EGCG) sebesar 94 % di atas kandungan teh hijau yang beredar di pasaran. Selain menjaga daya tahan tubuh, mineral-mineral kecil yang terkandung dalam Teavigo berkhasiat untuk mengurangi resiko terkena penyakit dan memperlambat proses penuaan.

Semakin besar EGCG, semakin tinggi khasiat ekstrak teh hijau. Selama ini kita mendengar teh hijau bagus untuk jantung, membakar lemak, pencernaan, hingga kulit karena kandungan EGCG.

Teavigo bebas dari pestisida dan herbisida (tidak mengandung bahan kimiawi) serta kafein. Teavigo diekstrak yang diracik sedemikian rupa sehingga tinggi EGCG dengan kandungan kafein di bawah 0,1% (secara kuantitatif dianggap 0).

K-VitC plus Teavigo bermanfaat untuk:

- Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, karena kandungan EGCG-nya mampu mengurangi percepatan oksidasi kolesterol LDL, sehingga baik untuk menjaga kesehatan jantung

- Memperlambat proses penuaan, karena kandungan Polifenol dan Vitamin C-nya merupakan antioksidan terbaik yang secara optimal dapat memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan.

- Menjaga kesehatan sel saraf, karena Kalsium dan senyawa antioksidan yang terdapat dalam teh hijau dan Vitamin C akan membantu kerja sistem saraf agar berfungsi dengan baik

- Mengurangi resiko penyakit kanker, karena kandungan EGCG mampu mematikan sel kanker tanpa membunuh sel kanker lainnya

- Menjaga daya tahan tubuh, berkat kandungan antioksidan EGCG dan Vitamin C yang memberikan efek sinergis terhadap sistem pertahanan tubuh.

K-Vit C plus Teavigo aman dikonsumsi anak usia 2 tahun. K-Vit C plus Teavigo aman untuk lambung, karena sudah direaksikan dengan kalsium sehingga mampu mencegah terjadinya kenaikan asam lambung.  K-Vit C plus Teavigo juga bagus dikonsumsi lansia untuk mencegah penyakit degeneratif karena kandungan antioksidannya cukup tinggi dan mampu mencegah kerusakan akibat gangguan radikal bebas.

Aturan Pakai K-VitC plus Teavigo




K-Vit C plus Teavigo merupakan tablet effervescent yang cukup dikonsumsi 1 tablet 1-2 kali sehari.

Harganya cukup terjangkau, yaitu Rp 72 ribu (harga distributor) dan Rp 84 ribu (harga konsumen). Tube K-Vit C plus Teavigo berisi 10 tablet.

Peringatan penting!

Bila anda termasuk yang rentan beresiko terkena gangguan ginjal, sebaiknya jangan berlebihan mengonsumsi K-Vit C plus Teavigo, dosis serendah mungkin, karena proses ekskresinya di ginjal. Misalnya, K-Vit C plus Teavigo dibagi dua atau tiga.

Khusus  untuk ibu hamil yang memiliki kadar fenilalanin tinggi juga tidak boleh, begitupun dengan bayi yang berusia di bawah satu tahun. Sebaiknya, konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi K-VitC plus Teavigo.

Simak lebih lanjut mengenai K-VitC plus Teavigo di artikel ini.

Bagi teman-teman yang ingin tau lebih lanjut mengenai produk-produk K-Link dan manfaatnya, silahkan klik di sini

Untuk yang mau gabung jadi member K-Link, silahkan klik di sini

dan.. untuk yang ingin melakukan pembelian produk K-Link secara online.. silahkan klik di sini 
(ada diskon special 20% lho..)

Komentar

  1. Wah ada green teanya ya, komplit banget berarti antioksidannya, cocok buat mencegah segala penyakit ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mba.. vitamin andalan nih K-VitC :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Transformasi Puskesmas Minasa Upa Menuju Peningkatan Derajat Kesehatan Warga Makassar

"Mau miskin, mau kaya, semuanya berpotensi sakit. Makanya kita terus berinovasi di bidang kesehatan.."


Pernyataan di atas disampaikan langsung oleh Bapak Ir. Muh. Ramdhan Pomanto (Walikota Makassar) dalam sambutannya saat berkunjung ke Puskesmas Minasa Upa, Senin 9 Oktober 2017. Kunjungan tersebut sekaligus untuk meresmikan UPTD Puskesmas Minasa Upa Makassar.


Bagi saya, kunjungan Bapak Walikota yang akrab disapa dengan nama "Pak Danny" ini sangat spesial, karena Puskesmas yang tepat berada di depan rumah saya ini banyak memberi kenangan tersendiri.



Wajah Baru Puskesmas Minasa Upa


Boleh dikata masa kecil saya dihabiskan dengan bermain bersama teman-teman sekompleks di daerah BTN Minasa Upa. Bahkan di sore hari, saya dan teman-teman sering main petak umpet di pekarangan dan ruang tunggunya yang dulu masih berbentuk semi terbuka.

Dulunya, Puskesmas yang berada di Kelurahan Karunrung, Kecamatan Tamalate ini hanya berupa bangunan sederhana 1 lantai. Seiring waktu, ia te…

Kota Anging Mammiri Semarak Dibuai Kilau F8

"Anging Mammiri Kupasang..
Pitujui Tontonganna..
Tusaroa Takkalupa.."

Selalu terharu, bahkan bisa menitikkan air mata saat mendengar lagu Anging Mammiri mengalun ketika kebetulan saya sedang jauh dari kampung halaman.. Rindu sudah pasti, tapi jika kaki masih jua di tanah rantau, belum sanggup beranjak pulang, apa mau dikata.. Hanya doa yang terangkai, agar rasa ingin berjumpa ini cepat-cepat tuntas.. Menghitung hari.. Membayangkan sanak saudara di pelupuk mata..

Kemudian.. syukur luar biasa saat melihat kota Makassar ini sudah berkembang jauh. Mungkin karena kemajuan jaman yang berpengaruh banyak pada perubahan tingkah laku, kebutuhan, dan gaya hidup masyarakatnya, Makassar kini tumbuh menjadi kota metropolitan. Pembangunan dengan pesat telah mengisi sendi-sendi kehidupan di kota yang terkenal dengan Pantai Losari ini.

Banyak yang berpendapat seperti ini.. "Tak lengkap rasanya bila ke Makassar tapi belum pernah berkunjung ke Pantai Losari..". Oleh karenanya, tak meng…

Nia Ramadhani Buka Toko "Roti Mama Nia" di Kota Makassar

Apa menu favoritmu saat sarapan? Atau.. kalo lagi gak pengen makan yang berat-berat, apa makanan ringan yang jadi pilihanmu sebagai teman bersantai atau bekerja?

Beragam pilihan makanan bisa jadi jawaban, tergantung selera masing-masing.. Tapi kalo aku sih,  jawabannya simple aja: Kalo bukan kue, ya roti, alasannya karena lebih gampang didapat dan pilihan rasanya juga variatif.
Roti termasuk salah satu penganan yang selalu berinovasi dari waktu ke waktu. Sejarah mengungkap bahwa awal mula perkembangan roti dimulai dari daerah Mesir dan Mesopotamia, di mana ketika itu manusia mulai menjadikan gandum sebagai makanan pokok.

Seiring waktu, manusia mulai menemukan cara yang lebih baik untuk mengolah gandum agar menjadi makanan yang lebih enak dan layak dikonsumsi, yaitu dengan dilumatkan dengan air hingga menjadi pasta, dipanaskan di atas api, lalu dikeringkan. Roti bahkan pernah menjadi penanda strata sosial manusia kala itu, tergantung dari warna rotinya. Semakin gelap warna roti, maka …