Selasa, 31 Juli 2018

Fun Montessori Learning Memaksimalkan Potensi Anak Sebagai Bekal Masa Depan Cemerlang

Dear, Moms.. Bagaimana Mom mengisi serunya hari-hari bersama buah hati tercinta?

Kehadiran si kecil ke kehidupan kita bisa menjadi pengobat jenuh di kala penat melanda. Ia bisa jadi teman bermain paling asyik dan ceria yang pernah kita kenal. Beberapa orangtua sengaja memfokuskan waktunya untuk menikmati kebersamaan dengan buah hatinya. Saya, contohnya. Sejak kelahiran anak pertama, saya memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai karyawan di perusahaan karena tidak ingin kehilangan sedikitpun momen pertumbuhan anak saya.

Alat peraga Montessori, metode belajar sederhana namun penuh arti

Saya ingin selalu berada di samping anak. Bersamanya, saya bisa belajar banyak hal. Salah satunya adalah kesabaran. Tak jarang, saya membayangkan bagaimana ia di masa depan nanti. Sekarang saja, usianya sudah 3 tahun. Time flies so fast.. Sebentar lagi, ia akan masuk sekolah. Saya merasa diri ini terlalu egois bila di usia anak sedang menunjukkan antusiasme dan rasa ingin tahu seperti ini, saya justru menitipkannya ke baby sitter, sementara sebagai anak ia berhak memperoleh pendampingan penuh dari orang tuanya.

Saya selalu berusaha mengajak anak dalam setiap aktivitas sehari-hari

Tak ada orang tua yang sempurna, begitupun saya. Sejauh ini saja, saya merasa sudah banyak kelalaian yang saya lakukan dalam pengasuhan dan perawatan anak. Rasa pesimis dan tak percaya diri kadang menyerang, namun perasaan cinta kepada anak telah mengalahkan segalanya, lalu makin memantapkan niat untuk mempersiapkan ia menyambut masa depan yang gemilang. Dukungan, kerjasama, dan perhatian dari suami, keluarga, dan teman-teman makin menambah semangat.

Berbagai langkah pun kami tempuh, salah satunya dengan giat mengikuti seminar, talkshow, maupun workshop seputar parenting. Dari sinilah, saya berkenalan dengan Metode Montessori, dalam sebuah sharing session #MontessoriMadeSimple dan perkenalan dengan lembaga sekolah Montessori Haus Asia yang telah berpusat di Singapura, dan telah eksis di Indonesia sejak 2017.

Sejarah dan Definisi Metode Montessori

Montessori dikembangkan oleh Maria Montessori 100 tahun lalu, dan terbukti telah sukses diterapkan dan beradaptasi di berbagai negara di dunia.

Montessori diyakini sebagai sebuah learning method yang bisa diterapkan pada anak sejak usia dini, sebagai bekal untuk mempersiapkan masa depan anak dengan cara mengembangkan diri sesuai potensi yang dimilikinya.

Montessori menggunakan alat peraga dari benda-benda aneka bentuk dan warna, banyak hal yang bisa dipelajari dari objek ini

Dengan Montessori, kita bisa menyiapkan pondasi sebagai media penyaluran rasa ingin tahu, keingintahuan, serta antusiasme belajar.

Maria Montessori meyakini bahwa setiap individu harus bisa mendidik dirinya sendiri. Sementara guru bertugas menyiapkan bimbingan dan informasi edukatif.

Prinsip dasar Montessori mencakup 3 aspek:
- Everything in environment has NAME
- Everything in environment has USAGE
- Everything in environment has PLACE

Ketiga aspek di atas yang kemudian memunculkan pertanyaan: apa/siapa, untuk apa, dan di mana. Dari pertanyaan-pertanyaan seperti ini saja, sudah banyak hal yang bisa diketahui oleh anak saat kita menjawab atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut ke anak.

Montessori Haus Asia



Sekilas tentang Montessori Haus Asia, sekolah yang berlokasi di Multivision Tower ini punya serangkaian paket lengkap untuk para guru, orang tua, atau pengusaha yang interested menerapkan Montessori di sekolah maupun rumah, dengan praktik-praktik sederhana yang mudah dipahami, alat peraga yang menarik, dan proses yang fun.

Properti dan Alat Peraga dalam Classroom Montessori Haus Asia Indonesia

Montessori Haus Asia didirikan oleh Mr. Allan Wang untuk mengadvokasi dan merancang lingkungan belajar Montessori karena Montessori Haus Asia percaya metode yang diterapkan di sekolah ini mampu memicu gairah orang tua dan guru untuk memperlajari Montessori.

Mr. Allan Wang


Khusus di Indonesia, Montessori Haus Asia dikomandoi oleh Ms. Rosalynn, yang berniat melakukan ekspansi ke berbagai daerah di tanah air. Dalam kurun waktu 4 bulan saja, Montessori Haus Asia telah menjalin kemitraan dengan berbagai partner kerja, juga telah mendirikan 3 pusat pelatihan.

Ms. Rosalynn

Dalam rangka memfasilitasi gaya hidup masyarakat dalam mengejar masa depan yang cemerlang, Montessori menerapkan modal terbaik dalam pengembangan bisnisnya, di antaranya:

  • Semangat mengubah kehidupan dengan pendidikan berkualitas
  • Kerja tim sebagai kunci pertumbuhan
  • Kerja keras sebagai dasar kesuksesan
  • Inovasi dan kepemilikan individu yang didorong dan dihargai oleh komitmen penelitian dan pengembangan
  • Kepuasan dan kesuksesan mitra yang sangat penting

What Makes #MontessoriMadeSimple So Fun

Event #MontessoriMadeSimple berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif bertanya dan berpartisipasi dalam setiap sesi yang dibawakan Mr. Allan dan Ms. Rosalynn.

Salah satu pernyataan Ms. Rosalynn yang paling membekas di benak saya adalah "Anak kecil di bawah 6 tahun tidak perlu berkompetisi. Justru, ambisi untuk berkompetisi adalah ambisi orang tuanya agar bisa mengeksiskan diri lingkup pergaulan. Kompetisi baru boleh diterapkan ketika anak berusia 7 tahun, bukan untuk menang atau kalah, namun untuk mengajarkan sportivitas bagi anak."

Antusiasme Bloggers saat Menyimak Penjelasan Ms. Rosalynn

Ms. Rosalynn juga menerangkan 5 bidang utama Montessori, di antaranya:
  1. Kemampuan berbahasa, dengan melatih anak berkomunikasi di hadapan orang banyak. Salah satunya dengan meminta anak bercerita atau mempresentasikan tema tertentu setiap minggu di kelas.
  2. Matematika, mengajarkan anak tentang angka dan berhitung melalui permainan dan lagu
  3. Budaya, dengan membiasakan anak sopan santun, mengantri, tata krama, dan kebaikan yang dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, misalnya mencuci tangan sebelum makan.
  4. Sensorik, memperkenalkan mainan yang melatih indra sensorik, misalnya botol sensorik, bermain pasir, kacang-kacangan, dan sebagainya kepada anak.
  5. Daily Activities, melatih kemandirian anak dengan berbagai keterampilan yang dapat melatih kemandirian, misalnya memegang piring dan gelas, memakai baju atau topi sendiri.
Pengenalan #MontessoriMadeSimple menjadi lebih menyenangkan bagi para bloggers karena ditemani berbagai produk yang turut berpartisipasi membuat acara ini makin menarik, di antaranya:

Interlac, produk minuman probiotik yang telah teruji dapat meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga dan memperbaiki saluran pencernaan dengan meningkatkan bakteri baik dalam tubuh.


Selain Interlac, juga ada Ayam Gepuk Mpo Oneng yang menyediakan santapan makan siang untuk peserta. Untuk snack disediakan oleh Kue Babah Gemoek dan D'Granola, sedangkan untuk minumannya disediakan oleh Toru Oatmilk yang segar menyehatkan.

1 komentar:

  1. Anak belum mengerti arti kompetisi, mereka hanya tahu bermain saja. Nah, metode montessori ini seperti bermain sambil belajar.

    BalasHapus