Senin, 23 Juli 2018

Ketika Serikat Pekerja JICT Menanti Kepastian di Ujung Harap

Apa yang akan Anda jawab saat ditanyai tentang Pelabuhan Peti Kemas?


Jujur, yang pertama kali terbayang di pikiran saya adalah ekspor dan impor. Pelabuhan Peti Kemas telah berjasa besar untuk memberi kemudahan dalam setiap aktivitas kita, terutama konsumsi yang melibatkan barang-barang dari mancanegara, mulai dari makanan, pakaian, barang-barang elektronik, hingga kendaraan.


Kegiatan Utama Pelabuhan Peti Kemas yang dioperasikan PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) selayaknya terstruktur dengan baik, dimulai dari bongkar muat container, transfer peti kemas, penumpukan container di yard, sampai pada aktivitas ekspor/impor di gate. Tak terkecuali, kelayakan kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)-nya.


Berkunjung ke Pelabuhan Peti Kemas, sudah pasti akan terbersit rasa kagum melihat para pekerja bisa bekerja-sama menyelesaikan pekerjaan besar seperti ini dengan semangat yang luar biasa.


Di balik hiruk-pikuknya bongkar-muat barang di Pelabuhan Peti Kemas, terselip cerita para pekerja yang membanting tulang demi keberlangsungan hidup keluarganya di sini.. Mereka tergabung dalam Serikat Pekerja PT. Jakarta International Container Termimal (SP-JICT) yang telah berdiri sejak tahun 2013.


Satu hal yang patut disalutkan, adalah sumbangsih mereka untuk PT. JICT yang sudah mencapai ratusan miliar rupiah per tahun.
Beberapa di antaranya sedang berharap kepastian nasib, semoga secepatnya bisa diangkat menjadi karyawan tetap.


Sedari awal, SPC menuntut PT. JICT mengangkat para pekerja outsourcing yang tergabung dalam SPC untuk menjadi karyawan tetap, namun karena kebijakan perusahaan, beberapa dari mereka terpaksa harus menerima kenyataan berupa Pemutusan Hak Kerja (PHK). Hal ini sangat disayangkan, mengingat kerja keras mereka kepada PT. JICT yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kini, mereka tengah berjuang untuk memperoleh hak yang selayaknya mereka dapatkan, demi keberlangsungan hidup dan ketentraman bersama keluarga. Semoga kasus ini segera menemukan solusi terbaik bagi semua pihak, khususnya mengenai kejelasan nasib para karyawan outsourcing PT. JICT..

Mari kita doakan agar cerita indah tetap berlanjut di sini, demi sesuap nasi, demi tawa bahagia mereka yang menanti di rumah..

0 comments:

Posting Komentar