Minggu, 20 September 2020

Pelatihan Ultra Mikro Siap Online, Literasi Digital PIP untuk Tingkatkan Kualitas Pelaku Usaha

Sukses bisa diraih siapa saja, asalkan dibarengi usaha yang sepadan, bisa dengan memperdalam skill melalui pelatihan-pelatihan dari instansi ternama, salah satunya yang diadakan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) melalui Pelatihan Ultra Mikro Siap Online, program literasi digital yang menyasar para pelaku usaha mikro se-Indonesia.

Jangan takut berbisnis.. Ambil contoh, salah satu paman saya dari pihak ibu, dulunya beliau mencari nafkah untuk istri dan keempat anaknya dengan jalan menjadi tukang becak.. Siapa sangka sekarang punya usaha penjualan jilbab eceran dan grosir dengan omzet ratusan juta, plus bisa beli rumah dan mobil mewah? Hanya saja, permasalahannya paman saya ini belum begitu melek digital, jadi ketika ada pandemi, beliau agak kesulitan memasarkan produknya, secara pembeli yang datang ke lapaknya di pasar makin berkurang di masa pandemi.


Di sekitar kita juga banyak kok yang berhasil merintis sukses di jalur yang diyakininya.. Bahkan tanpa mengenal batasan usia, saat ini semakin banyak entrepeneur muda yang sudah melambung namanya sebagai pebisnis sukses, dan bisa menginspirasi banyak orang juga pastinya..

Hanya saja, yang namanya usaha biasanya ada saja halangannya.. Contoh besarnya seperti yang menimpa usaha paman saya tadi, ketika pandemi Covid-19 datang dan mengganggu pasar bisnis, mengakibatkan banyak pelaku usaha terpaksa memangkas budget atau bahkan gulung tikar karena sulit meraup untung karena sepi pembeli..

Belum lagi nih.. Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) kembali diterapkan Pemerintah Kota DKI Jakarta berdasarkan Keputusan Gubernur sejak Senin, 14 September 2020, mengingat ribuan kasus baru bertambah setiap harinya. Gak hanya di Jakarta saja, tapi kota-kota lain pun turut melakukan berbagai pembatasan guna mengurangi penyebaran virus corona.

Hal ini tentu kembali mendatangkan imbas negatif kepada pelaku usaha, tak terkecuali Usaha Ultra Mikro (UMi). Dengan diterapkannya pembatasan, banyak usaha Ultra Mikro yang belum mampu berjalan normal.

Nah.. sebagai solusi untuk bertahan di era New Normal ini, para pelaku usaha Ultra Mikro tentu dituntut mampu mencari cara agar bisa kembali menjalankan bisnisnya seperti sediakala.

Pelatihan Ultra Mikro Siap Online, Ajak Pelaku Usaha Optimalkan Digitalisasi

Untuk memberi dukungan kepada para pelaku usaha UltraMikro yang usahanya terdampak pandemi, Pemerintah melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan memberi dukungan berupa program pendampingan dalam Pelatihan Ultra Mikro Siap Online, dengan tujuan agar roda kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terus berputar dan membawa kesejahteraan.

Sekilas tentang Pusat Investasi Pemerintah (PIP), unit organisasi non eselon di bidang pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Perbendaharaan ini menjalankan tugas dan fungsinya dengan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), PIP melaksanakan koordinasi dana (coordinated fund) pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dengan memberikan fasilitas maksimal Rp10 juta kepada debitur yang selama ini tidak dapat mengakses pembiayaan perbankan dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR), disalurkan melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dengan pola langsung (one step) atau two step melalui linkage koperasi/lembaga keuangan mikro.


Saat ini lembaga yang menyalurkan pembiayaan UMi antara lain: PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura, serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Sumber pendanaan berasal dari APBN, hibah, serta kerjasama pendanaan dan investasi.

Lanjut membahas tentang program pendampingan dari PIP, kegiatan ini dikemas dalam format literasi digital yang bertujuan agar para pelaku usaha UltraMikro dapat menggunakan e-commerce dan social media sebagai sarana yang dapat digunakan untuk menjalankan usahanya, sebagai salah satu jalan keluar bagi bisnis dari konvensional ke digital yang diharapkan dapat membantu pelaku usaha mikro untuk menjangkau pembeli yang selama ini tidak tergarap.

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah menuturkan, bahwa dengan beralih ke digital, debitur Ultra Mikro (UMi) dapat menjangkau calon pembeli yang tidak dapat datang langsung ke tempat usahanya dan memperluas pasar mereka.

Namun demikian, banyak kendala yang dihadapi para pelaku usaha ini untuk beralih dalam memasarkan produk secara digital, misalnya pengetahuan yang masih minim dalam menggunakan sosial media secara maksimal, baik dari sisi fotografi produk yang menarik, penulisan caption yang mengundang rasa ingin tahu pembeli, perluasan jangkauan calon pembeli, dan lain sebagainya.

Pelatihan Literasi Digital, Usaha Menekan Angka Kemiskinan dengan Meningkatkan Kualitas Pelaku Usaha Mikro

Pemerintah menyadari bahwa terhambatnya debitur UMi untuk berkembang akan meningkatkan jumlah penduduk yang terjebak dalam garis kemiskinan dan menggeser kelompok tersebut kembali menjadi masyarakat yang tergantung pada bantuan sosial (bansos).

Sebagai solusi, PIP dalam kapasitasnya sebagai Badan Layanan Umum yang menyalurkan pembiayaan, UMi berkewajiban meningkatkan kapasitas debitur UMi melalui pelatihan-pelatihan, mengingat tujuan pemerintah adalah untuk meningkatkan kualitas pelaku usaha mikro sehingga dapat naik kelas ke program pemerintah melalui penyaluran Kredit Usaha Mikro termasuk pendampingan yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas debitur.


“Kami meyakini perubahan orientasi penjualan melalui dunia digital sebagai salah satu bentuk adaptasi kebiasaan baru bagi UMKM di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian PIP karena apabila pelaku usaha mikro gagal beradaptasi dengan kondisi saat ini, maka target penyaluran dan penyebaran pembiayaan Ultra Mikro akan terhambat,” lanjutnya.

Dias Satria, Founder Jagoan Indonesia menuturkan pihaknya digandeng PIP melakukan upgrading metode pemasaran secara online bagi pengusaha UMI.

Terdapat tiga hal yang mereka kembangkan, yakni:

Social Media Handling, dimana para peserta pelatihan akan didampingi oleh mentor dan tim untuk melakukan penetrasi pemasaran melalui sosial media Instagram dan menawarkan produk mereka di market place.
Connecting to marketplace, tim mentor akan membantu peserta memfasilitasi dan
mengoptimalisasi pembuatan akun marketplace, Google Business, dll.
Design Packing, pembuatan desain kemasan bagi peserta pelatihan agar lebih menarik dan menunjang penampilan produk bila dijual melalui penjualan online.

Rofik Purniawati, Rofikves pemasok jamur Putih, Semarang menuturkan, tidak mudah mengikuti kegiatan ini karena merupakan hal baru, namun pihaknya menyadari untuk maju dibutuhkan kemauan belajar. Upaya merintis usaha jamur putih ditempuhnya untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Adanya bantuan kredit ultra mikro membuat usaha budidaya jamur ini dapat berjalan dan mulai diterima oleh pasar di kota Semarang.

“Kami berharap dengan mengikuti pendampingan, usaha kami bisa lebih maju dan menjangkau pasar yang lebih luas.”

Senada dengan hal tersebut, Yuyun Wahyuni Nadena Hijab, Yogyakarta menuturkan adanya kredit ultra mikro membuat bisnis hijab yang dia kembangkan dapat lebih berkembang apalagi dengan adanya pendampingan memanfaatkan media sosial.

“Bisnis kami memang masih skala kecil. Pasar juga masih terbatas namun dengan adanya bantuan modal dan pelatihan online ini, bisnis kami berkembang lebih cepat karena lebih banyak orang jadi tahu adanya produk Nadena Hijab,” tuturnya.

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah menuturkan lebih dari separuh (54%) penerima manfaat kredit UMi mengambil pinjaman senilai Rp2,5 juta dengan mayoritas (89%) tenor pinjaman yang diambil adalah antara tujuh bulan hingga setahun. Sementara pelaku usaha mikro yang memanfaatkan UMi sebagian besar adalah perempuan (93%) dengan usia di atas usia 40 tahun (58%).

Melalui kredit UMi, diharapkan terjadi kemandirian usaha di seluruh masyarakat. Hingga Semester I 2020, PIP telah menyalurkan kredit Ultra Mikro (UMi) senilai Rp 7.038.961.333.211,- bagi 2.257.021 di 464 kab/kota di 34 provinsi melalui 43 mitra penyalur (linkage) Lembaga Keuangan
Bukan Bank (LKBB) berbentuk koperasi maupun BUMN yang bergerak di bidang jasa keuangan.

Tema dan Syarat Mengikuti Program Pelatihan Ultra Mikro Siap Online

Seperti disebutkan di atas, bahwa tema kegiatan yang diadakan PIP dalam pelatihan ini, antara lain:
✅Penanganan Media Sosial
✅Cara bergabung di Marketplace
✅Membuat kemasan produk yang menarik



Untuk bisa bergabung menjadi peserta kegiatan ini, pelaku Usaha Mikro diwajibkan memiliki usaha produktif yang memiliki komitmen dan keinginan brlajar yang tinggi, serta harus merupakan pihak penerima pembiayaan Ultra Mikro (UMi) melalui penyalurnya.

Yuk persiapkan diri kita menghadapi #AdaptasiBaru..

Cek 2 website ini untuk info lebih lanjut mengenai kegiatan Pelatihan UltraMikro Siap Online:
https://www.kemenkeu.go.id
https://djpb.kemenkeu.go.id/portal/id/

***

#AdaptasiBaru
#NewNormal
#PusatInvestasiPemerintah
#ProgramPEN
#UsahaMikro
#UMiSiapOnline
#UltraMikro
#LekasPulihIndonesia

***
KONTAK MEDIA
Pusat Investasi Pemerintah
Tonny Wahyu Poernomo
Email : tonny@umi.id
Alight
Niken S., Communication Consultant
Email : niken.alight@gmail.com

45 komentar:

  1. Pandemi ini memang membuat kita kecil hati dalam banyak hal. Sektor ekonomi yang paling memprihatinkan. Terutamanya pelaku usaha kecil yang menjalankan bisnis secara tradisional. Mudah-mudahan dengan adanya pendampingan literasi online, mereka menemukan kanal baru dalam memasarkan produk ya. Biar roda ekonomi tetap jalan

    BalasHapus
  2. Wah keren nih, di masa seperti sekarang memang UMKM terancam babget harus pandai pandai memanfaatkan literasi online karena orang sekarang lebih prefer transaksi online semua kan di zaman sekarang

    BalasHapus
  3. Dengan memberikan pengetahuan & pelatihan soal digital marketing, sudah pasti akan membantu para pelaku UMKM memasarkan produk nya, juga memperluas jangkauan wilayah pemasarannya.

    BalasHapus
  4. Di masa pandemi kayak gini memang harus ada pelatihan dan pendampingan dari pemerintah untuk para pelaku UMKM, agar mereka bisa bertahan.

    BalasHapus
  5. Melek online memang bisa menjadi salah satu kunci sukses UMKM ya.. bersyukur ada pelatihan seperti ini. Semoga tepat manfaat & tepat sasaran ya..

    BalasHapus
  6. Di masa pandemi ini, segala bentuk usaha memang perlu dimaksimalkan secara online ya. Mulai dari usaha baju sampai kuliner semua bisa digitalisasi

    BalasHapus
  7. makin bagus ya PIP ini programnya, pastinya sangat membantu par UMKM meningkatkan produknya dan mendorong perekonomian mereka. juga dan mulai belajar melek teknologi dan digitalisasi agar mereka bisa beradaptasi dengan kemajuan zaman. era milenium ini memang semuanya sudah mulai beralih ke dunia teknologi jadi pastinya akan sangat membantu usaha mereka lebh berkembang dengan cepat

    BalasHapus
  8. Keren sih ini inovasinya, bikin UKM terbanti & l makin semangat, semoga merata ya semuanya dapet

    BalasHapus
  9. Menolong sekali kegiatan PIP untuk mendukung para pelaku UMi ini. Dikasih modal dan pembelajaran dagang digital. Harus gercep di era adaptasi baru ini.

    BalasHapus
  10. Luar biasa ya KemenkeuRI bersama PIP bikin pelatihan seperti ini. Apa lg pandemi ini belum keliatan ujungnya sampai mana. semoga roda perekonomian di Indonesia semakin membaik! *Aamiin..

    BalasHapus
  11. Para pelaku usaha kecil mungkin bukannya nggak mau berubah dari cara konvensional tapi nggak tahu caranya. Pendampingan seperti ini akan besar artinya bagi mereka. Dukungan pemerintah itu penting loh karena kalau usaha mereka lancar kan berarti roda perekonimian lancar juga dan kesejahteraan masyarakat lebih mudah terlaksana.

    Semoga sosialisasinya bagus ya, banyak yang bergabung, dan merasakan manfaatnya.

    BalasHapus
  12. Sungguh pandemi ini dampaknya kemana-mana, termasuk ekonomi. Program kayak ini tuh memang sangat ditunggu masyarakat. Aku nanti coba ke web itu ya mba, siapa tahu dapat informasi penting di sana. semoga cepat hengkang dari dunia si coro itu

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah ya mbak, semoga dengan pelatihan online ini bisa menjadi angin segar bagi pelaku UMKM sehingga bisa tetap hidup bisnis kecilnya dengan pemasaran digital marketing

    BalasHapus
  14. Alhamdulilah yah dengan pelatihan online ini bisa membuat belajar para pelaku UMKM supaya bisnisnya lebih maju dan sukses

    BalasHapus
  15. Masa sekarang memang smua hal online makanya pas banget nih para pelaku UMKM belajar tentang berjualan secara online dan program pelatihannya bagus banget saya aja tertarik buat ikutan pelatihannya

    BalasHapus
  16. Semoga dengan adanya pelatihan ultra mikro yang diadakan oleh PIP ini, semakin banyak pelaku UMKM yang terbantu sehingga tetap bisa bertahan di kondisi yang serba tidak pasti sekarang.

    BalasHapus
  17. Kasihan juga ya para usahawan yg belum melek digital.
    Masa pandemi begini omzet menurun drastis.
    Memang bagus sekali jikalau mereka dibuat melek digital. Dapat membantu meningkatkan usaha mereka.

    BalasHapus
  18. Keren banget ya sekarang itu, pihak pemerintah tuh nggak kenal lelah memberika pelatihan-pelatihan untuk berbagai golongan, demi masyarakat yang lebih mandiri :)

    BalasHapus
  19. Alhamdulillah ya ada kepedulian dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan kepada pelaku usaha ultra mikro. Semoga para pesertanya segera naik kelas.

    BalasHapus
  20. Programnya bagus banget ini ka. Bisa membantu perekonomian dari segi online ya. Semoga pandemi lekas berlalu

    BalasHapus
  21. Wah Bravo salute untuk Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan. Bantuan seperti ini sangat bermanfaat bagi UMKM, menurut saya bantuan berupa upgrading skill dan memberikan pengenalan marketing digital dan strateginya akan samgat berguna bagi keberlangsungan laju usaha para usaha kecil dan rumahan di masa depan. Lebih baik memberi kail dibandingkan memberi ikan kan ya.

    BalasHapus
  22. Kalau ingin mendapatkan pelatihan untuk usaha mikro ini mendaftar ke Kemenkeu nya kah...?
    Salut sama programnya, semoga tepat sasaran dan membantu banyak usaha kecil, mikro dan menengah.

    BalasHapus
  23. Betul sekali kak, pelaku umkm saat ini bisa dibilang memang sedang di posisi bertahan saja. Buat maju memang butuh modal kak. Untungnya kemenkeu dengan programnya sekarang membantu banget ya.

    BalasHapus
  24. Waaahh ternyata ada tindak lanjutnya ya kak! Setelah kemarin turun dana bantuan ternyata ada pelatihan. Ini jadinya berkesinambungan 💃 seneng deh lihatnya! Semoga ekonomi segera Bangkit.. amin! Ayo kita semangat!

    BalasHapus
  25. aku banget ini mb, masih takut merambah dunia usaha digital, jadi selama ini hanya berani drop barang ke tanah abang. Masih belajar dunia dagang online hiks. Jadi tertarik setelah baca ini apalagi ada bantuannya juga yaa

    BalasHapus
  26. Selain pengembangan ke dalam, menurut hemat saya perlu juga "Penjagaan" dari ancaman external, dalam hal ini produk-produk impor. Karena produk impor ini biasanya lebih murah karena sudah hasil industri besar.

    Kalau UMKM kita mau maju, maka penjagaan dari "ancaman" external itu perlu dilakukan juga.

    BalasHapus
  27. Lagi-lagi literasi digital sangat penting sekali dipahami oleh pelaku bisnis UMKM apalagi dimasa pandemi saat ini yang segala sesuatunya serba online. Semoga UMKM dan pelaku bisnis semakin melek digital dan maju terus usahanya

    BalasHapus
  28. Nah setuju nih pendampingan untuk pedagang mikro yang belum melek digital di masa pandemi ini memang butuh di support ya kak..kasihan mereka pasti bingung karena tdk terbiasa jualan secara online. Semoga program UMI ini tepat sasaran ya dan bermanfaat untuk semua pedagang.

    BalasHapus
  29. Memang selama pandemi ini banyak UKM yang mengalami penurunan pendapatan bahkan hingga tutup usaha ya kak. Namun lain hal dengan UKM yang melek media. Mereka yang bertahan rata-rata sudah melakukan pemasaran melalui media sosial

    BalasHapus
  30. semoga semakin banyak program-program seperti ini, sehingga UKM tetap bisa mendapatkan penghasilan

    BalasHapus
  31. Semoga terlaksana programnya ya kak, meskipun pandemi tidak bertambah banyak orang yang mengharap bansos saja tetapi bisa berdiri sendiri. Sepert desa Miliader itu semua warganya makmur membiayai diri mereka sendiri. atau kampung apa gitu aku lupa di Sumatera Utara yang berhasil membangun desanya dengan akar ekonomi yang kuat.

    BalasHapus
  32. Menarik sekali Pelatihan Ultra Mikro Siap Online ini.Membuat pelaku usaha produktif yang memiliki komitmen dan keinginan belajar yang tinggi dan menerima pembiayaan Ultra Mikro (UMi) akan bisa terbantu saat pandemi ini

    BalasHapus
  33. Tidak ada batas waktu pendaftaran ya Mbak? Aduh sayangnya saya tidak memenuhi syarat pertama, nih. Suami masih tetap tidak berminat dengan pinjaman seringan apapun meski untuk modal usaha. Tapi saya pengen ikutan pelatihannya.

    BalasHapus
  34. Bagus banget nih program pelatihan buat saudara2 kita pelaku usaha ultramikro ya, jd bs buat meningkatkan performa mereka dalam mengelola usahanya

    BalasHapus
  35. eh saya lagi nemenin temen2 pelaku umkm. sepertinya bisa ya berkoordinasi dg PIP ini.

    BalasHapus
  36. Bagus ini pelatihan usaha mikro melalu online untuk para UMKM karena bisa belajar dan mendapatkan pelatihan yang bagus

    BalasHapus
  37. Semoga dengan adanya pelatihan ultra mikro siap online dari PIP ini, bisa menjadi semangat baru bagi para pelaku usaha agar bisa tetap bertahan di situasi sekarang, maupun yang akan datang.

    BalasHapus
  38. Pelatihan untuk UMKM begini memang wajib banget kayanya diadakan secara rutin ya. Apalagi membahas digital deh.

    BalasHapus
  39. jaman sekarang ukm ukm emang harus didorong online ya, karena emang pasarnya tuh di sana, plus story telling dan packaging emang value edit banget sih

    BalasHapus
  40. Aku seneng banget kalau ada pelatihan yang support banget buat UMKM atau istilah di sini Ultra Mikro ya. Hehehe. Semoga UMKM di Indonesia semakin berkembang karena bagaimanapun ekonomi negara juga dipengaruhi sama perputaran bisnis dari UMKM.

    BalasHapus
  41. Kegiatan bagus ini buat pelaku usaha, karena zamannya ke depan digi itu udah jadi aturan banget

    BalasHapus
  42. Selamat siang untuk seluruh WNI dan juga seluruh ASIA, nama saya Bu Nurliana Novi, saya ingin membagikan testimoni hidup saya di sini pada platform ini untuk semua WNI dan seluruh asia agar berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet, Allah benar-benar mendukung saya melalui ibu. Ibu Elina yang baik

    Setelah beberapa periode mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan ditolak terus-menerus, jadi saya memutuskan untuk mendaftar melalui pinjaman online tetapi saya ditipu dan saya kehilangan Rp 15.000.000 dengan pemberi pinjaman yang berbeda.

    Saya putus asa untuk mendapatkan pinjaman, jadi saya berdiskusi dengan teman saya yang kemudian mengenalkan saya kepada Bu Elina, yang merupakan pemilik perusahaan peminjaman global, jadi teman saya meminta saya untuk melamar ke Bu Elina, jadi saya menyimpulkan keberanian dan menghubungi Nyonya Elina.

    Saya mengajukan pinjaman sejumlah Rp500.000.000 dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman disetujui dengan mudah tanpa stres dan semua pengaturan dilakukan pada transfer kredit, karena tidak memerlukan jaminan dan jaminan untuk pinjaman transfer Saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi aplikasi Mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari dua jam uang pinjaman telah disimpan ke rekening bank saya.

    Saya pikir itu adalah lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa rekening saya dikreditkan dengan jumlah Rp500.000.000. Saya sangat senang bahwa ALLAH akhirnya menjawab doa saya dengan memesan pinjaman saya dengan pinjaman asli saya, yang telah memberikan saya keinginan hati saya.

    Mereka juga memiliki tim ahli yang akan memberi tahu Anda tentang jenis bisnis yang ingin Anda investasikan dan bagaimana menginvestasikan uang Anda, sehingga Anda tidak akan pernah bangkrut lagi dalam hidup Anda.

    Semoga ALLAH memberkati Bunda Elina yang telah membuat hidup saya mudah, jadi saya menyarankan siapapun yang berminat untuk mendapatkan pinjaman silahkan hubungi Bu Elina via email: elinajohnson22@gmail.com untuk pinjaman anda
    Ada perusahaan palsu online lain yang menggunakan kesaksian saya untuk mencapai keinginan egois mereka, saya satu-satunya dengan kesaksian yang benar ini, ketika Anda menghubungi kemudian meminta mereka untuk bukti pembayaran ke ibu`` tolong hati-hati orang-orang ini oke

    Akhir kata saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua yang telah meluangkan waktu untuk membaca kesaksian hidup saya yang sebenarnya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa Tuhan akan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda.Satu lagi nama saya mrs nurliana novi, Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: nurliananovi96@gmail.com

    BalasHapus
  43. Pelatihan yang sangat bermanfaat sekali.
    Semoga banyak yang merasakan manfaatnya karena informasinya bisa disambut baik oleh masyarakat yang membutuhkan.

    BalasHapus
  44. UMKM siap naik kelas yaaa, harus upgrade diri dan ilmu by ar usahanya tidak tergilas di masa adaptasi baru ini

    BalasHapus
  45. Bermanfaat sekali pelatihannya buat UMK asal diterapkan dengan serius ya. Jadi modal yang dipinjam bisa berputar

    BalasHapus