Rabu, 13 September 2017

Kota Anging Mammiri Semarak Dibuai Kilau F8


Kemeriahan Pembukaan Makassar International Eight Festival and Forum 2017 di Anjungan Pantai Losari Makassar (source: drone kecamatan Wajo, twitter @ujungpandangmks)

"Anging Mammiri Kupasang..

Pitujui Tontonganna..
Tusaroa Takkalupa.."

Selalu terharu, bahkan bisa menitikkan air mata saat mendengar lagu Anging Mammiri mengalun ketika kebetulan saya sedang jauh dari kampung halaman.. Rindu sudah pasti, tapi jika kaki masih jua di tanah rantau, belum sanggup beranjak pulang, apa mau dikata.. Hanya doa yang terangkai, agar rasa ingin berjumpa ini cepat-cepat tuntas.. Menghitung hari.. Membayangkan sanak saudara di pelupuk mata..

Kemudian.. syukur luar biasa saat melihat kota Makassar ini sudah berkembang jauh. Mungkin karena kemajuan jaman yang berpengaruh banyak pada perubahan tingkah laku, kebutuhan, dan gaya hidup masyarakatnya, Makassar kini tumbuh menjadi kota metropolitan. Pembangunan dengan pesat telah mengisi sendi-sendi kehidupan di kota yang terkenal dengan Pantai Losari ini.

Banyak yang berpendapat seperti ini.. "Tak lengkap rasanya bila ke Makassar tapi belum pernah berkunjung ke Pantai Losari..". Oleh karenanya, tak mengherankan bila banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berlalu-lalang di pantai ini, untuk mencicipi aneka sajian kuliner khas Makassar atau melepas lelah sambil menikmati pemandangan matahari terbenam, dengan view lepas ke arah barat.

Pantai Losari di era 90-an sebagai restoran terpanjang di dunia (source: makassarterkini.com)


Pantai Losari sejak dahulu telah menjadi tempat favorit untuk bersantai. Pada abad 20-an, para bangsawan dan orang-orang Belanda kemudian membangun semacam tembok pembatas darat dan pantai. Pantai ini kemudian terkenal dengan julukan "Restoran Terpanjang di Dunia", dikarenakan banyak pedagang makanan yang berjualan dengan gerobak di sepanjang tepi pantai (area berjualan memanjang sekitar 1 km). Pada awal dekade 70-an, Walikota Makassar saat itu, Muhammad Daeng Patompo menjadikan daerah ini sebagai pusat kuliner di Makassar pada saat itu. Pilihan makanannya pun beragam dari ringan sampai yang berat, mulai dari Pisang Epe, Baroncong, Bakso, Mie Kuah, Es Teler, Pisang Ijo, dan lain-lain.

F8 Menambah Kilau Kota Makassar


main stage Makassar International Eight Festival and Forum 2017 (source: drone Kecamatan Wajo, twitter @ujungpandangmks)


Beda orang, beda sudut pandang, beda selera, beda gaya, beda pula metode apresiasi masing-masing.. Hakekatnya sebuah karya, akan semakin berarti ketika dirasakan maknanya.. terserah nantinya para penikmat mau menilai seperti apa.. Sebab karya tetaplah karya.. ungkapan kejujuran sang kreator.

Berangkat dari keinginannya membesarkan nama pariwisata Makassar di mata dunia, Walikota Makassar, Bapak Moh. Ramdhan "Danny" Pomanto tak mau menyia-nyiakan waktu untuk mempersembahkan sesuatu yang berkesan bagi warganya, sebuah festival bertaraf internasional yang bertajuk "Makassar International Eight Forum and Festival 2017".

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Bapak Triawan Munaf diapit Gubernur Sulawesi Selatan Bapak H.Syahrul Yasin Limpo dan Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto kompak memakai penutup kepala khas Makassar pada pembukaan Makassar International Eight Festival and Forum 2017 (source: twitter @ujungpandangmks)


Menurut Walikota yang sudah 3 tahun berturut-turut membawa Makassar meraih penghargaan Adipura ini, F8 bukanlah festival biasa, tapi juga menjadi momen kebudayaan dan peradaban baru di Indonesia. Bayangkan saja, Anjungan Pantai Losari dihujani atmosfer seni kultural yang sangat kental, namun hangat dalam balutan hubungan baik antarnegara-negara yang terlibat.

Makassar Art Performance.. Gandrang Bulo, Lagu Tradisional, dan Tari-tarian khas Sulawesi Selatan menjadi sajian memukau di main stage pada malam pembukaan F8 (source: twitter @ujungpandangmks)

Event yang dijuluki "The Best Water Front Festival in The World" ini menghadirkan 24 delegasi negara partisipan, di antaranya Australia, German, Switzerland, Jepang, India, Taiwan, New Zaeland, Thailand, Prancis, Kuwait, Georgia, Afganistan, Iran, Amerika Serikat, Singapore, Malaysia, Irak, Korea selatan, Inggris, Denmark, Belgia, Kanada, Afrika Selatan, dan China.

Malam Minggu di Anjungan Losari Sebelumnya Tak Pernah Semeriah Ini..


Pelataran Anjungan Metro Pantai Losari dihiasi lampion cantik selama pagelaran F8 berlangsung (captured by Dini)

Sejak tau ada F8 di Anjungan Metro Pantai Losari Makassar, saya memang berniat ke sana bersama keluarga. Weekend pun menjadi waktu yang tepat. Sabtu tanggal 9 September 2017 saya ditemani anak dan adik bermalam minggu di sana.

Belum juga menyentuh area anjungan, mobil yang kami tumpangi sudah tidak bisa bergerak saking padatnya jalan akses ke sana. Maka demi mencari aman, kami memutuskan memarkir kendaraan agak jauh, meskipun dengan resiko harus berjalan kaki cukup jauh sambil menggendong anak.

Area Food menjadi yang pertama kami datangi. Booth makanan dan minuman citarasa lokal dan internasional yang berjejer membuat kami sempat kebingungan mau mampir dimana, karena semua keliatan enak, pun disajikan dengan tampilan unik nan menggugah selera.


Food Area F8, berbagai jenis makanan dan minuman berjejer di sini.. Siap untuk dinikmati (dok.pribadi)


Ada bakso bakar, nasu palekko, pallumara, minuman milk tea kemasan yang segar-segar, bahkan es krim gelato pun ada. Semua rame diserbu antrian pengunjung yang membludak malam itu.

Karena tergoda rasa penasaran, saya coba memberanikan diri menembus kerumunan pengunjung dari arah selatan ke utara area F8. Sambil melihat-lihat aneka hal unik yang dipamerkan, ada rasa bangga luar biasa dengan adanya F8 ini. Seingat saya, belum pernah Anjungan Losari seramai ini sebelumnya. Belum pernah pula saya menyaksikan wajah-wajah excited warga Makassar yang sama seperti yang ditunjukkan pengunjung Losari pada malam itu.

Bakso Bakar (dok.pribadi)

Booth Jumbo Ice Cream Cone yang bikin siapapun harus lama antre untuk menikmati eskrimnya (dok.pribadi)

Songkolo, nasi ketan khas Sulawesi Selatan (dok.pribadi)
Pallumara, kuliner ikan khas Makassar juga tersaji di salah satu food booth di F8 (dok.pribadi)
Kedai Pisang Epe di sepanjang Pantai Losari selama F8 dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai daerah (dok.pribadi)


Makassar benar-benar semarak, tak ada kesenjangan yang mengganjal kebersamaan yang terjalin. Semua kompak berbaur bertepuk tangan sambil berseru gemuruh ketika menyaksikan performance yang disajikan di main stage ataupun di panggung anjungan lainnya. Tidak mengherankan, karna anjungan Losari selalu jadi tempat favorit untuk bermalam minggu. Dari ujung selatan ke utara, seluruhnya dipadati pengunjung.

Main Stage F8 Makassar, selalu ada performance memukau di sini (dok.pribadi)

Dengan adanya F8, pantai yang namanya pernah menjadi lirik pembuka lagu "Sumpah Benang Emas" milik penyanyi dangdut legendaris Elvie Sukaesih ini pun menjadi berkali-kali lipat ramainya. Saya pun sempat beberapa kali terjebak di keramaian. Namun jangan salah.. Ramai bukan berarti tak ramah. Ketika saya menyaksikan sendiri ada banyak personel Polrestabes yang siaga mengamankan event ini, perasaan menjadi lebih tenang. Kabarnya ada 2011 personel yang khusus ditugaskan berjaga di area pelaksanaan F8 ini.

Apa sih F8?
Banner Makassar International Eight Forum and Festival 2017 (source: twitter @ujungpandangmks)

Siang hari sebelum ke F8, di rumah saya ada arisan keluarga. Seperti biasa, tante dan om bersama anak-anaknya berkunjung untuk silaturahmi sambil menikmati makan siang. Satu hal yang membedakan siang itu dengan arisan-arisan sebelumnya adalah topik yang menjadi bahan pembicaraan. Semua kompak membahas F8, berikut antuasiasme mereka untuk ikut menyaksikan kemegahan festival ini.

F8 sendiri merupakan singkatan dari ragam kegiatan yang menjadi elemen pengisi festival ini, yaitu antara lain: Fashion, Food & Fruit, Film, Fiction Writer & Font, Folks, Fussion Music, Fine Art, Flora & Fauna.

Salah satu pengunjung berfoto dengan Jumbo Ice Cream Cone yang antrian pembelinya sangat ramai.

Booth Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar menyediakan berbagai jenis pernak-pernik unik, dari sarung tenun, tas, hingga aksesoris (dok.pribadi)

Salah satu booth Pemerintah Kota yang ramai didatangi pengunjung adalah booth Jayapura.. Banyak yang ingin selfie menggunakan headpiece khas Papua ini.. (dok.pribadi)

Selain menyajikan performance yang sangat menghibur dan atraktif, sisi positif F8 bisa dilihat dari barisan booth yang berjejer di sepanjang anjungan. Bapak Danny Pomanto tak hanya ingin mengajak warganya berkeliling dunia dan menambah wawasan kita di booth kota partisipan dan negara-negara delegasi, tapi juga mengajak para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan kreator-kreator seni lokal dari berbagai kalangan (pelajar dan profesional) turut serta memajukan bangsa melalui sektor ekonomi kreatif.

Booth Aksesori Kayu Kaukah, asal Timur Tengah (dok.pribadi)

Booth Etnik Toraja (dok.pribadi)

Kayu Loloda untuk Terapi Penyembuhan, asal Halmahera (dok.pribadi)

Berdasarkan data, ada 226 tenant yang membuka booth-nya di Festival ini, di antaranya 133 booth kuliner, 30 booth fashion, 8 booth kedutaan negara-negara asing, 15 booth kota/kabupaten se-Indonesia, 20 booth sponsorship, dan 20 booth kepanitiaan.

Bapak Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia pun mengapresiasi inisiatif Bapak Danny Pomanto mencetus F8. “Belum pernah festival di negeri ini dikunjungi begitu banyak perwakilan negara asing seperti F8 Makassar,” ucapnya.

Fine Art Area.. tempat berkumpulnya para kreator dan penikmat seni (dok.pribadi)

White sand, untuk kamu yang senang bermain pasir.. (dok.pribadi)

Booth Sanggar Seni Kasumba (dok.pribadi)

F8 juga membuka kesempatan untuk para mahasiswa pecinta seni untuk memamerkan karyanya di sini.. booth Seni Rupa Unismuh ini salah satunya (dok.pribadi)

Mau nyobain live sketch? Bisa bangeet.. di F8 ada pelukis yang siap sedia melukis wajahmu secara manual.. (dok.pribadi)


Add One More F to F8: Fantastic!

Pertunjukan demi pertunjukan yang disuguhkan penyelenggara F8 telah berhasil memukau jutaan pasang mata yang hadir menyaksikan, dimulai sejak pembukaan tanggal 6 September 2017, hingga penutupannya 10 September 2017.


Robot Transformer yang sehari-harinya berkeliling di anjungan Pantai Losari ini selalu jadi rebutan anak-anak kecil yang mengajaknya foto bareng selama F8 berlangsung (captured by Dini)

"Si Jago".. Maskot Sulsel yang penuh kehangatan.. (captured by Dini)


Satu hal yang menggugah pengunjung F8 adalah atraksi aerobatik yang melibatkan Indonesian Air Force Jupiter Team saat pembukaan F8 berlangsung. Mereka juga mengomentari pertandingan Ring Muai Thai yang menjadikan Makassar sebagai kota pertama yang melaksanakan pertandingan ini di atas laut.

Indonesian Aerobatic Air Force Jupiter Team siap beratraksi di udara (source: http://simponinews.com/2017/09/06/atraksi-jupiter-dan-sukhoi-undang-decak-kagum-pengunjung-f8/)

Ring Muai Thai Campionship di atas laut, pertama di dunia.. Hanya di Makassar, F8 tepatnya (source: twitter @ujungpandangmks)


Artis-artis nasional dan internasional pun turut hadir meramaikan. Sebut saja Daniel Sahuleka, Ari Lasso, Yovie & Nuno, Anji, Budi Doremi, Luna Maya, Adjie Notonegoro, dan masih banyak lagi. Tak mau ketinggalan, sineas-sineas lokal juga turut menyuguhkan film-film yang kualitasnya layak bersaing.

Luna Maya turut menghadirkan fashion show koleksinya (source: twitter @ujungpandangmks)

Anji (source: twitter @ujungpandangmks)

Ari Lasso, duet dengan Bapak Danny Pomanto, Walikota kebanggaan Makassar (source: twitter @ujungpandangmks)

Target 1 juta pengunjung pun terlampaui hanya sampai hari ke-4, jauh jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung F8 tahun sebelumnya yang mencapai 300 ribu orang dalam 3 hari pelaksanaan. Dalam 2 hari pelaksanaannya saja (6-7september 2017), nilai transaksi sudah mencapai Rp 2,2 miliar.

Mini Bioskop F8, menayangkan film-film karya sineas lokal (dok.pribadi)

Makassar International Eight Forum and Festival atau yang dikenal F8 yang tiap tahunnya digelar pemerintah Kota Makassar masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017, dengan perolehan persentase 3% dari 10 daerah di Indonesia yang juga menggelar festival Pariwisata.

Berkat kesuksesan yang dicetak F8 pulalah, kota Makassar berhasil menjalin kerjasama dengan negara-negara terkemuka di dunia untuk kemajuan bersama, di antaranya Georgia dan Perancis.

Walikota Makassar dan Dubes Perancis saat penandatanganan MoU kerjasama kedua belah pihak dalam bidang smart city. Momen ini dilakukan di atas kapal phinisi, simbol perjuangan dan kejayaan Makassar (source: twitter @ujungpandangmks)

Atas pencapaian luar biasa ini, layak kiranya "Makassar International Eight Festival and Forum 2017" mendapatkan satu tambahan huruf "F" lagi untuk melengkapinya. Satu "F" lagi untuk kata "Fantastic"..

Salut untuk Makassar.. Dua Kali Tambah Baik.. Jangan Biarkan Makassar Mundur Lagi..

Jumat, 23 Juni 2017

Stimulasi Tepat Untuk "Juara Hebat Kebaikan"






Semua orang tua pasti ingin anaknya tumbuh menjadi anak yang hebat, sosok yang mandiri dan berguna di masa depannya kelak.

Ketika melihat si kecil asyik bermain dan mulai menunjukkan banyak kemajuan di masa tumbuh-kembangnya ini, batin saya bertanya-tanya.. "Mampukah saya mendidik dan menjadikannya anak yang hebat dan berguna di masa depannya nanti?".

Rasa cemas ini mendorong saya untuk mencari-cari tips dan trik mendidik anak. Entah itu bertanya pada orang-orang yang berpengalaman, memantau akun sosmed parenting, ataupun sekedar googling.

Saya juga tak mau ketinggalan info seputar parenting event. Saya pikir acara-acara semacam ini bisa jadi ajang sharing sesama orang tua yang hadir dalam acara tersebut, jadi tak hanya sekedar pembekalan materi belaka. Karena untuk menjadi orang tua yang baik itu butuh proses panjang dan lama, ilmunya tak bisa didapatkan di bangku sekolah manapun. Learning by Doing..

Sabtu (17/6) lalu, satu event inspiratif diadakan oleh Bebelac, brand susu yang sudah cukup lama mengampanyekan tagline "Grow Them Great". Patio Trattoria & Pizzeria pun dipilih menjadi tempat pelaksanaannya. Suasana cozy ala2 Eropa sangat terasa saat pertama kali tiba di sini. Nuansa kuning dan oranye yang dipilih sebagai warna tema acara ini menjadi penyemangat tersendiri, menambah semarak.

Acara ini sengaja diselenggarakan Bebelac dalam rangka kampanye "Juara Hebat Kebaikan" yang punya tujuan mulia untuk mendukung orang tua dalam memberikan stimulasi tepat untuk menunjang tumbuh-kembangnya menjadi anak yang berkarakter hebat.





Momentum Ramadhan sengaja dipilih oleh Bebelac karena bulan ini dianggap sebagai waktu yang pas untuk menebar kebaikan bagi sesama dengan cara berbagi bersama teman-teman dari Rumah Yatim, sekaligus menanamkan nilai moral positif bagi buah hati, sebagai langkah awal pembentukan karakter yang cerdas bersosialisasi dan punya rasa empati yang tinggi.



momen ketika MC mengajak adik-adik dari Rumah Yatim dan Sanggar Kak Yuli untuk menceritakan kebaikan-kebaikan yang sudah mereka lakukan selama bulan Ramadhan


Sebagai hiburannya, ada adik-adik berbakat dari Sanggar Kak Yuli yang menampilkan tari-tarian khas Arabian. Lucu, atraktif, dan menggemaskan.

Senangnya, para orang tua yang hadir di acara ini diperbolehkan membawa anak-anaknya untuk ikut merasakan euforia "sharing kindness" bersama Bebelac.  Saya pun tidak mau ketinggalan donk.. Biarpun hanya datang berdua dengan anak, tapi begitu sampai di sana dan berbaur dengan orangtua dan anak lain, rasanya bahagia sekali. Sarat edukasi, inspiratif, informatif, tapi playful juga.. ada "kids corner" segala.. Jadi si kecil gak bakal bosen berlama-lama di sini deh..


Kids Corner

Melalui event yang dikemas dalam format talkshow interaktif ini, diharapkan pikiran para orang tua dapat tercerahkan dengan pehamaman bahwa "Anak Hebat" itu tidak melulu hanya dinilai dari intelektualitasnya saja. Ada banyak hal yang harus dimiliki seorang anak (di masa-masa emas pertumbuhannya) untuk bisa diberi label "Hebat" dan dinilai "Kompeten" sehingga layak untuk menunjang masa depannya kelak.

Antara IQ dan EQ, mana yang lebih penting untuk mencetak "Generation of Kindness"?

Banyak orang tua mewajibkan anaknya harus pintar dan unggul secara akademik (IQ). Hal ini tanpa disadari bisa menekan mental sang anak. Orang tua pun kadang lupa mengajarkan hal-hal lain yang juga tak kalah penting sebagai pondasi perjalanan sang anak dalam proses tumbuh-kembangnya.




Dalam talkshow "Juara Hebat Kebaikan" bersama Bebelac, para pembicara mengajak para orang tua untuk membuka pikiran seluas-luasnya untuk memahami pentingnya seorang anak memiliki kecerdasan emosional (kebaikan hati) untuk menunjang kecerdasan intelektual sang anak di masa pertumbuhannya. Jika IQ melatih anak melatih daya pikirnya (what they think), maka EQ lebih mengarahkan insting dan perasaan (what they feel) sang anak untuk memahami setiap kejadian yang ditemuinya. Anak hebat harus mampu menyeimbangkan keduanya agar bisa survive dan makin bersinar di masa depannya kelak.

Pada banyak kasus, sering ditemui anak-anak (bahkan juga orang tua) yang individualis, egois, dan cuek terhadap lingkungannya. Mereka cenderung tidak lagi menunjukkan sikap empati, sopan santun, dan rasa saling menghormati terhadap sesamanya. Sebagai orang tua yang sayang anak, tentunya tidak ingin hal itu terjadi pada anak kita.

Psikolog Roslina Verauli memaparkan bahwa nilai kebaikan perlu ditanamkan sejak dini untuk mengasah kecerdasan emosional (EQ) agar anak memiliki kepribadian yang kuat, memiliki "good manner", kemandirian, sense of surviving, sikap sabar, dan pengertian sejak dini.

Kekuatan “Emotional Bonding” Orang Tua & Anak Menjadi Sarana Stimulasi Kebaikan

Kecerdasan emosional (EQ) tidak serta-merta dimiliki anak dengan sendirinya. Orang tua perlu memberikan stimulasi yang tepat sedini mungkin untuk menjadikan anak hebat secara emosional, agar kelak sang anak mampu berinteraksi dengan cara-cara yang positif, tidak agresif, dan lebih kooperatif dengan orang-orang yang ditemuinya. Kemampuan inilah yang memupuk jiwa sosial sang anak untuk gemar dan sukses membangun hubungan pertemanan dengan orang-orang yang dijumpainya.




Anak yang kompeten secara emosional dan sosial memiliki rasa empati yang tinggi. Mereka lebih percaya diri, adaptif, dan mudah berkolaborasi dengan lingkungan, tak takut berkenalan dan berinteraksi dengan siapapun. Kemampuan inilah yang selanjutnya menjadi faktor pemicu yang menjadikan sang anak mampu berprestasi dan aktif untuk melakukan aktivitas positif lainnya, tak terkecuali dalam hal akademik. Jiwa sosial tinggi membuatnya lebih populer dan disenangi teman-temannya.

Karenanya, penting bagi kita sebagai orang tua menjalin kedekatan emosional dengan anak sebagai sarana pemberian stimulasi untuk kecerdasan emosionalnya, agar selanjutnya ia pun tak ragu untuk menunjukkan kebaikan pada orang-orang di sekitarnya.

Tahapan Kecerdasan Emosional Anak 2-7 Tahun

 

Kampanye Bebelac “Juara Hebat Kebaikan” ini diharapkan mampu menginspirasi para orang tua yang memiliki anak yang tengah berada di dalam masa-masa awal ia mulai belajar berinteraksi, bersosialisasi, berempati, dan mengenali hal-hal baru, dengan segmentasi usia anak antara 2-7 tahun,
Sebelum memantapkan diri untuk menjadikan anak kita juara dalam hal kebaikan, penting bagi kita mengenal karakteristik emosi anak di masa gemilang ini. Anak-anak usia 2 hingga 7 tahun akan memperlihatkan kecerdasan emosional berikut ini:

- Aktivitasnya masih berpusat pada diri sendiri (Egosentris), masih senang bermain dan bergelut dengan hal-hal yang disenanginya.

- Perkembangan logikanya belum sempurna, masih berpikir konkret

- Pikirannya masih berfokus pada 1 hal saja

- Perkembangan bahasanya meningkat, ditandai dengan banyaknya kosakata yang mulai bisa dilafalkannya.

- Mulai mengenal simbol-simbol, masih sulit menangkap kata-kata atau penjelasan yang rumit.





Untuk menumbuhkan rasa peduli, orang tua harus selalu menjadi contoh yang baik (role model) dalam berbuat kebaikan. Sebagai contoh, ibu membantu seorang nenek menyeberang jalan, atau ayah memberikan tempat duduk kepada ibu hamil di kendaraan umum. Bila sang anak terbiasa melihat orang tuanya berbuat baik kepada seseorang, maka dengan sendirinya akan tertanam di benak anak bahwa berbuat kebaikan adalah satu pola tingkah laku yang dibiasakan, bukan disengajakan.

Selain itu, orang tua perlu melibatkan seluruh anggota keluarga (kakek, nenek, om, tante, kakak, dll) untuk ikut berpartisipasi menanamkan nilai kebaikan pada anak. Bisa dengan cara story telling tentang kebaikan, lalu dikaitkan dengan kejadian-kejadian yang sering kita temukan setiap hari.

Sebagai orang tua yang ingin menanamkan nilai kebaikan pada anak, kita wajib menjaga konsistensi untuk menjaga perilaku kita di depan anak. Bertindak sesuai dengan apa yang kita ajarkan kepada sang anak, agar anak dapat meniru perbuatan baik tersebut tanpa ragu.

Dukungan Sosial



 
Anak-anak butuh dukungan dari orang-orang di sekitarnya agar terbiasa melakukan kebaikan. Dukungan tersebut berupa:

1. Kesempatan, berikan ruang untuk anak melakukan kebaikan sesuai inisiatifnya
2. Pendampingan, berikan bantuan ketika anak mengalami kesulitan saat ingin berbuat baik
3. Apresiasi, berikan pujian terhadap setiap usaha kebaikan yang dilakukannya, bagaimanapun hasilnya, usahakan jangan menyepelekan tindakannya.

Apresiasi yang Tepat

 

Bagaimana bentuk apresiasi yang tepat diterapkan pada anak yang telah menunjukkan perbuatan baiknya?
1. Fokuskan pujian secara spesifik pada perilaku dan usaha anak
2. Ekspresikan apreasiasi tersebut secara spontan
3. Berikan apresiasi/ perhatian, bahkan di saat anak mengalami kesulitan
4. Buat tradisi keluarga yang bentuknya kegiatan sosial
5. Ajak anak berdiskusi ketika melihat seseorang membutuhkan pertolongan untuk menumbuhkan kesadaran berempati

Apresiasi yang tepat akan menumbuhkan motivasi sang anak untuk menjadi "Juara Hebat Kebaikan"


Nutrisi Baik Untuk Tumbuh dan Berkembang dengan Baik

Selain stimulasi yang tepat, orang tua juga wajib memberikan asupan nutrisi yang baik untuk menunjang perkembangan kecerdasan intelektual dan emosional anak di masa emas pertumbuhannya ini. Produsen Bebelac, PT Nutricia Indonesia Sejahtera percaya bahwa pemenuhan nutrisi sehat selama 1000 hari pertama (sejak dalam kandungan hingga tahun ke enam) akan terus berdampak sampai seumur hidup.




Nutrisi yang baik terkandung dalam makanan dengan gizi seimbang yang mengandung minyak ikan, asam linoleat, vitamin dan mineral, dilengkapi dengan susu.

Selain berkomitmen untuk menyediakan nutrisi yang tepat pada masa tumbuh-kembang sang buah hati, Bebelac mengajak anda berpartisipasi aktif melalui kegiatan "Juara Hebat Kebaikan" sebagai wujud komitmen upaya pendampingan bagi para orang tua untuk  memberikan stimulasi yang tepat untuk kecerdasan si kecil. Caranya, kirimkan foto atau video yang disertai caption berisi cerita kebaikan sang buah hati ke www.bebeclub.co.id/juarahebatkebaikan. Periode kegiatan berlangsung dari 5 Mei-30 Juni 2017.

Tunggu apa lagi? Yuk ajak si kecil menjadi inspirasi kebaikan sekarang juga.. dan bersiaplah menjadi "Juara Hebat Kebaikan" bersama Bebelac.

Grow Them Great..


Selasa, 16 Mei 2017

Transera Waterpark.. Wahana Main Air yang Gak Sekedar Basah-Basahan




"Diobok-obok Airnya Diobok-obok..
Kena mukaku, aku jadi mandi lagi.."
(Air - Joshua Suherman)

Penggalan lirik lagu anak di atas bikin ingatan saya flashback ke era tahun 90-an. Masa kecil yang memorable, jauh dari bete karena kuping kita dimanjakan dengan sajian musikal yang pas dengan usia kita. Betapa nikmatnya pulang sekolah di siang hari pas lagi capek-capeknya, langsung aja nyalain TV, nonton lagu anak-anak.. Boleh dikata berbeda 180 derajat dengan jaman sekarang, yang biarpun katanya era sudah maju, tapi relatif sulit untuk mencari nyanyian buat anak-anak.

Situasi tersebut cukup membuat saya resah sebagai seorang ibu. Jujur saja, saya ingin anak saya menikmati masa kecilnya dengan bahagia, dengan hiburan-hiburan yang gak "ketuaan" untuk usianya. Iseng-iseng buka Youtube, akhirnya ketemu deh sama lagu Joshua yang identik dengan kata "Diobok-obok"-nya ini..

Unik dari segi lirik, unik juga video klipnya.. Jadi ceritanya dalam klip ini, si Joshua ini lagi main air sama temen-temennya (ditemenin sama komedian Tukul Arwana) lagi main-main air di salah satu wahana air. Seru banget! Bikin anak saya (yang usianya bulan depan udah 2 tahun) jadi seneng dan kepengen nonton terus. Efek selanjutnya.. anak saya jadi suka main air juga (maksudnya mau niru-niru Joshua). Setiap mandi, airnya diobok-obok juga, sampe-sampe saya yang mandiin jadi ikut basah juga kena cipratannya.

Gara-gara itu, saya jadi kepikiran.. Kayaknya enak nih ngajakin anak ke wahana air yang mirip-mirip video klip Joshua itu. Iseng-iseng saya nanya ke suami saya.. “Pah.. kita ajak radit ke wahana air yuk.. Kayaknya seru deh..”. Pucuk dicinta ulam tiba, suami saya langsung mengiyakan, dan terpilihlah Transera Water Park. Salah satu wahana air yang berlokasi di Area Perumahan KOTA HARAPAN INDAH Bekasi.

Tadinya saya sempat penasaran sih.. Kenapa harus jauh-jauh ke Bekasi sih padahal Cuma mau main air doang?
Pertanyaan itu kemudian terjawab. Bukan hanya setelah saat kami tiba di lokasi, tapi selama di perjalanan menuju Transera, kami menjumpai banyak hal menarik yang tentunya bisa jadi hiburan yang asyik untuk anak kami. Hari itu jadi momen pertama kalinya Radit naik kereta Commuter Line (yang menjadi sarana transportasi yang kami pilih untuk ke Bekasi). Betapa excited-nya dia melihat-lihat deretan pemandangan kota yang kami lalui dari balik kaca jendela. Saking semangatnya, Radit selau teriak-teriak sambil ketawa-ketawa setiap menemui hal-hal unik. Bangunan, kendaraan, orang-orang yang berlalu-lalang. Semua tak luput dari kegembiraannya.


Lebih senangnya lagi saat sudah sampai di lokasi Transera Waterpark. Saya cukup takjub dengan arsitektur bangunannya yang menarik dan penuh warna. Kalau anak saya sih senangnya sama patung-patung hewan-hewan lucu yang terpajang di situ. Saat memasuki area bagian dalamnya, kita akan disambut dengan suasana adventuring Timbuktu (terinspirasi dari benua Afrika).

Transera Waterpark memiliki beberapa wahana unggulan yang pertama di Indonesia seperti Crazy Cone dan Tangalooma. Crazy Cone merupakan Crazy Cone merupakan wahana luncur yang memiliki dua slide terbuka dan tertutup. Di wahana ini saya melihat pengunjung sangat menikmati meluncur di atas air dari ketinggian. Bahkan anaknya teman saya berulang kali mencoba wahana ini karena memang mengundang keseruan tersendiri.

Crazy Zone


Ada juga wahana Golwe Pool yang mengajak kita dan keluarga merasakan sensasi berenang dengan gulungan ombak menggulung dan beriak ala Afrika, dengan ketinggian ombak 1,60 meter.

Golwe Pool


Wahana yang tak kalah seru adalah Mosi-Oa-Tunya. Di sini, pengunjung bisa merasakan asyiknya berseluncur cepat dari ketinggian 10 meter di atas permukaan tanah, bisa dengan posisi duduk ataupun tengkurap.

Mosi-Oa-Tunya

Namun satu yang menarik perhatian Radit adalah arena Turkana Pool. Di area yang kedalamannya kurang dari 50 cm ini Radit terlihat menikmati bermain air di sini. Mulai dari berjalan mengelilingi arena Turkana sambil sesekali mencoba perosotan dan air mancur yang membuatnya kegirangan. Belum lagi ember tumpah (boom bucket) yang sesekali airnya mengenai wajah Radit saat berada di bawahnya. Radit bahkan tidak mau beranjak sedikit pun dari arena ini. Saat diajak udahan, malah nangis.

Bahkan ketika saya mengajaknya menepi untuk udahan, lagi-lagi dia berjalan menuju kolam untuk menceburkan diri di dalam air. Turkana Pool memang seperti menghipnotis Radit untuk terus bermain air. Tidak salah memang jika wahana ini menjadi favorit bagi anak-anak di Transera Waterpark. Namun demikian, ingatlah untuk selalu menjaga dan mengawasi anak kita saat bermain di wahana ini, menghindari kemungkinan terpeleset atau bersenggolan dengan anak-anak lain.



Turkana Waterpool


Puas basah-basahan saya coba berkeliling wahana-wahana lain siapa tahu ada yang menarik dan memikat hati saya untuk berkunjung lagi . Satu hal menarik yang saya temui ada di area wisata seluas 6,8 hektar ini adalah selain area basah, Transera Waterpark juga memiliki area kering (dry park) untuk bermain, salah satunya adalah Tangalooma.  Di area ini pengunjung bisa meluncur dengan nyaman di atas slide yang lebar. Sensasi meluncur di atas slide membuat Tangalooma menjadi arena yang banyak dicoba pengunjung.

Tangalooma

Sebagai wahana rekreasi keluarga, Transera Waterpark  dilengkapi berbagai fasilitas seperti kemudahan transaksi bagi pengunjung yang ingin membeli tiket melalui Transera Ticketing Machine yang membantu memudahkan pengunjung untuk membeli tiket untuk anggota keluarganya. Transera Ticketing Machine ini berada di sudut kiri halaman depan Transera Waterpark. Selain itu, ada juga smart tag yang bisa digunakan untuk transaksi selama berada di area Transera. Dengan smart tag ini pengunjung bisa membayar sewa ban, loker, membeli makanan, dan  berbagai fasilitas lainnya di Transera.

Souvenir Shop

Musholla


Transera Waterpark juga dilengkapi fasilitas penunjang lainnya seperti area parkir yang luas, ATM, mushola, dan Merchandise shop buat pengunjung yang ingin membeli pernak-pernik Transera Waterpark seperti kaos dan sandal. Aneka fasilitas ini tentu saja memudahkan pengunjung dan membuat pengunjung semakin nyaman berada di Transera Waterpark. Buat Anda yang tinggal di sekitar Bekasi atau buat warga Jakarta yang ingin mencari wahana rekreasi keluarga yang berada tidak jauh dair Jakarta, Transera Waterpark bisa menjadi pilihan pas buat liburan bersama keluarga.

Selasa, 05 Juli 2016

Lebaran Sebentar Lagi.. Siap-siap (Khusus Jomblo) Ditanya Kapan Nikah

Wah.. Nggak terasa ya bulan Ramadhan tahun ini sebentar lagi berlalu, dan kita semua sekarang sedang bersuka cita mempersiapkan diri menyambut datangnya Hari Idul Fitri, hari kemenangan kaum muslimin dan muslimah di dunia. Ibarat bayi yang baru lahir, hari Idul Fitri menjadi momen suci untuk bermaaf-maafan, membuka peluang terhapusnya segala dosa yang dulu pernah kita lakukan. Idul Fitri pula menjadi ajang berkumpulnya keluarga untuk saling bersilaturahmi melepas rindu.

Ketupat.. Rempah2 buat masak.. Dan kue2 khas lebaran..

Apa sih yang paling dikangenin saat Lebaran?

THR?

Kumpul-kumpul keluarga?

Makanan enak? (Ketupat sayur, opor, nastar, putri salju, dll..)

Baju baru?

Malam takbiran?

Libur panjang?

Mudik?

Wah.. Banyak yaa..

Mama saya (baju putih) lagi sibuk beli ayam di Pasar Toddopuli Makassar untuk keperluan lebaran.


Lebaran memang memberi banyak sekali kesan. Datangnya hanya sekali setahun, tapi momen kebersamaan dan keceriaannya sungguh tak tergantikan.. Lebaran juga bikin orang berbondong-bondong.. Ada yang berbondong-bondong menyerbu tempat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa.. Ada pula yang berbondong-bondong menyerbu mall atau pusat perbelanjaan berburu barang-barang diskon.. Iya.. Menjelang lebaran kan memang lagi berjamur "Lebaran Sale" di mall-mall.. Bikin mata jadi laper ya? Lumayan.. Bisa eksis di hari raya dengan outfit keren, tapi karna harganya sudah diskon, jadi masih terjangkau di kantong.. Hehehe..

Jadi mau ikut berbondong ke mana nih?

Hehehe..

Intinya, lebaran memang ajang bersuka cita.. Tapi, jangan lupa, bahwa Idul Fitri adalah sesuatu bernilai ibadah.. Kadang-kadang kalap ngejar diskon, kita jadi lupa deh sama ibadahnya.. Bener nggak sih?

Eit.. Eit.. Tunggu dulu.. Liat deh.. Siapa tuh yang lagi murung di pojokan? Mau lebaran, bukannya ikutan seneng, malah cemberut aja sih?

Usut punya usut, ternyata ada sebagian orang (termasuk yang lagi mojok ini) cemberut mikirin lebaran yang sebentar lagi mau datang.. Lebih tepatnya, lebaran jadi satu teror yang menakutkan buatnya..

Wah..Ternyata ada juga ya yang takut sama lebaran? Kirain pada seneng aja ngunyah ketupat sama nastar?

"Saya takut ditanyain 'Kapan Kawin' sama keluarga besar saya..", akunya sembari memasang wajah masam.

Ehm.. Lebaran memang menjadi momen anjangsana bagi para keluarga. Bagi sebagian jomblo (sebagian aja yaa.. Yang nggak ngerasa, jangan sensi dulu.. Hehehe..) yang sudah memasuki usia pantas menikah tapi belum kunjung menikah, biasanya ada saja yang iseng bertanya begini padanya saat lagi rame-ramenya momen ngumpul2 famili.. Ada lho yang sampai nunda mudik gara-gara males ditanya-tanyain gini.. (Ehm.. Separah itukah?).

"Jangan terlalu sibuk mikirin kerjaan, kapan donk punya pasangan? Betah aja sih hidup sendiri.. Hehehe.."

Atau..

"Kapan nih calonnya dikenalin ke tante?"

Atau..

"Nikahnya kapan nih? Percuma dandan tebel-tebel tapi belum ada gandengan.." (Ngompor banget kalo yang ini yaa.. Hehehe..)

Atau..

"Udah waktunya kawin tuh.. Mana nih calonnya?".

Atau..

"Kapan donk mamamu dikasih menantu? Anak tante aja semua udah pada nikah.. Mamamu pasti udah gak sabar tuh mau nimang cucu..".

Hayoo.. Pada sensi? Sensi?

Sensi boleh-boleh aja sih.. Tapi, mau menghindar juga susah.. Lebaran dan "ditanyain kapan kawin" kadang emang udah sepaket.. Mau dipisahin? Susah.. Makanya, sebagai jomblo cerdas, harus punya trik untuk menghadapi serangan cecaran pertanyaan tanpa jawaban pasti ini..

Sayang aja kan kalo momen lebaran yang harusnya bahagia ini jadi nggak bisa kita nikmati secara total? Karena.. biasanya.. semakin kita memasang muka cemberut, biasanya semakin bersemangatlah orang-orang yang bertanya itu.. Ujung-ujungnya, bisa jadi bahan lelucon untuk ditertawakan rame-rame, yang buat kita tuh bener-bener nggak enak, agak norak, dan.. Nggak asyik..

Jadi.. Hadapi aja dengan tabah (memang harus tabah kan?) dan sebisa mungkin nggak usah dimasukin ke hati..

Tarik nafas dalam-dalam lalu jawab dengan santai, sambil nyengir juga boleh..

"Belum nih om/ tante.. Jodohnya masih ngumpet.. Hehehe.."

Atau..

"Belum ketemu jodoh nih om/tante.. Makanya, cariin donk.. Kayaknya kalo om/tante yang nyariin, bisa pas deh sama saya.."

Atau..

Paling oke sih begini.. "Belum ada om/ tante.. Kalo udah ketemu, pasti saya kenalin deh.. Doain aja yaa biar saya cepet nemu yang cocok..".

Intinya, jika memang kita serius ingin menikah, mintalah didoakan agar jodoh kita segera dipertemukan dengan orang yang tepat buat kita.. Lumayan kan, bila semua sanak saudara yang hadir kompakan mendoakan kita dan barengan mengucap "Aamiin.."?.

Kita tak perlu menganggap pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagai teror menyebalkan. Anggap saja pertanyaan tersebut sebagai bentuk perhatian mereka sama kita. Bisa juga pertanyaan tersebut hanya iseng saja keluar dari mulut mereka sebagai basa-basi karena tak ada bahan obrolan..

Ingatlah, bahwa pertanyaan seputar hidup kita tak akan pernah ada habisnya.. Sifatnya kontinyu.. Setelah "Kapan Kawin?", akan ada "Kapan punya momongan?, "Kapan nambah anak lagi?", dan seterusnya.. Dan seterusnya..

Ingatlah pula bahwa menikah bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi adalah tentang siapa yang paling tepat.. Iya donk.. Dengan siapa kita menikah akan menentukan kelanjutan kisah hidup kita seterusnya.. Harus dipikirin matang-matang donk.. Setuju?

Jadi, rugi kan kalo lebaran cuma bisa bete? Hehehe.. Mari hadapi sebijak mungkin..

***

Lebaran? Siapa takut?

Prepare our wise answer.. And just enjoy the moment..

***