Minggu, 05 November 2017

Transformasi Puskesmas Minasa Upa Menuju Peningkatan Derajat Kesehatan Warga Makassar

"Mau miskin, mau kaya, semuanya berpotensi sakit. Makanya kita terus berinovasi di bidang kesehatan.."

Papan Nama Puskesmas Minasa Upa (dok.pribadi)

Pernyataan di atas disampaikan langsung oleh Bapak Ir. Muh. Ramdhan Pomanto (Walikota Makassar) dalam sambutannya saat berkunjung ke Puskesmas Minasa Upa, Senin 9 Oktober 2017. Kunjungan tersebut sekaligus untuk meresmikan UPTD Puskesmas Minasa Upa Makassar.

Bapak Walikota Makassar, Ir. Muh. Ramdhan Pomanto saat berkunjung meninjau dan meresmikan UPTD Puskesmas Minasa Upa, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Makassar (dokumen pribadi)

Bagi saya, kunjungan Bapak Walikota yang akrab disapa dengan nama "Pak Danny" ini sangat spesial, karena Puskesmas yang tepat berada di depan rumah saya ini banyak memberi kenangan tersendiri.

Pengguntingan pita oleh Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Makassar didampingi Bapak Walikota Makassar, secara simbolis menandai diresmikannya UPTD Puskesmas Minasa Upa (source: harianamanah.com)


Wajah Baru Puskesmas Minasa Upa



Bangunan Puskesmas Minasa Upa kini bergaya minimalis dengan 2 lantai. Lantai 1 untuk pelayanan pasien dan UGD, sedangkan Lantai 2 untuk perawatan. (dok.pribadi)

Boleh dikata masa kecil saya dihabiskan dengan bermain bersama teman-teman sekompleks di daerah BTN Minasa Upa. Bahkan di sore hari, saya dan teman-teman sering main petak umpet di pekarangan dan ruang tunggunya yang dulu masih berbentuk semi terbuka.

Dulunya, Puskesmas yang berada di Kelurahan Karunrung, Kecamatan Tamalate ini hanya berupa bangunan sederhana 1 lantai. Seiring waktu, ia terus berenovasi. Di belakangnya pernah dibangun Unit Gawat Darurat (UGD) sekaligus Rumah Bersalin (RB). Adik saya pernah 1 malam dirawat di sana karena gejala typus, sehingga ia tak bisa lupa dengan wajah lama Ruang Rawat di Puskesmas Minasa Upa.

Bangunan lama Puskesmas Minasa Upa sebelum direnovasi (source: https://www.google.com/streetview/)

Kedua bangunan ini dulunya masih dalam 1 kompleks dengan 3 Mess Pegawai yang masih 1 pekarangan dengan Puskesmas. Memasuki akhir Oktober 2015, semua bangunan tersebut dirobohkan. Seluruh kegiatan dipindahkan sementara ke aula Masjid Darul Muttaqin yang berada dekat dengan Puskesmas. Saat itu banyak beredar kabar bahwa Puskesmas Minasa Upa akan dijadikan Rumah Sakit Tipe C.

Pekarangan Puskesmas Minasa Upa sebelum bangunannya direnovasi menjadi bangunan 2 lantai seperti sekarang (source: https://www.google.com/streetview/)

Kabar itu tak salah. Setelah melalui tahapan pembangunan yang memakan waktu relatif cepat, kurang lebih 1 tahun, Puskesmas Minasa Upa memang tampil semakin bagus dan mantap.

Papan Nama Puskesmas Minasa Upa Makassar di Gerbang Depan (source: https://www.google.com/streetview/)

Berbentuk bangunan 2 lantai yang memanjang, Puskesmas ini juga meningkat dari segi kualitas pelayanannya. Lantai 1 dikhususkan untuk UGD, pemeriksaan dan pelayanan kesehatan. Di Lantai 2 berjejer kamar-kamar perawatan untuk pasien rawat inap.

Pintu Masuk Puskesmas Minasa Upa (dok.pribadi)

Sejak anak pertama saya lahir di pertengahan tahun 2015, saya rutin membawanya ke Puskesmas Minasa Upa untuk imunisasi. Boleh dikata, semua tahapan proses transformasi Puskesmas ini saya rasakan juga. Beberapa bulan sebelum bangunan lama dirombak, saya yang saat itu sedang hamil rutin memeriksakan kandungan di sana. Setelah melahirkan, saya juga rutin membawa anak saya imunisasi, timbang berat badan, dan periksa di sana. Anak saya masih sempat diimunisasi di bangunan lama sebelum dirombak, pernah juga di aula mesjid.

Ini bagian khusus untuk menimbang dan mencatat berat badan anak dan bayi di Puskesmas Minasa Upa (dok.pribadi)

Kids Corner Puskesmas Minasa Upa, dilengkapi gambar-gambar ilustrasi edukatif untuk anak (dok.pribadi)

Ketika bangunan baru sudah jadi, meskipun masih dalam tahap penyempurnaan, saya makin semangat membawa anak saya untuk imunisasi dan timbang berat badan di Puskesmas ini. Uniknya, ada kids corner di lantai 1 dekat ruang tunggu pasien, untuk jadi tempat bermain anak-anak agar tidak bosan.

Loket Pendaftaran Pasien Puskesmas Minasa Upa (dok.pribadi)

“Dulu Puskesmas ini (Minasa Upa) paling rantasa (jorok), paling kumuh dan banyak pasiennya. Namun, kita sudah lihat perubahannya hari ini. Kita berupaya membangun sistem untuk melayani masyarakat secara menyeluruh,” kata Pak Danny lagi, mengungkap rasa syukurnya melihat perubahan yang terjadi di Puskesmas ini.

Untuk memudahkan mobilisasi pasien dan pembesuk dari dan ke Kamar Perawatan di Lantai 2, Puskesmas Minasa Upa menyediakan Lift (dok.pribadi)

Area Tangga Puskesmas Minasa Upa (dok.pribadi)
Area Ruang Rawat Inap Pasien di Lantai 2 Puskesmas Minasa Upa (dok.pribadi)

Tak hanya mengubah bangunannya saja, Puskesmas Minasa Upa turut meningkatkan sistem pelayanannya, mencakup ketersediaan sarana dan prasarana, tenaga kesehatan, sistem pelayanan terstandar serta fasilitas penunjang lainnya.
Ruang instalasi listrik. Nampak pula pada gambar, poster denah instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Puskesmas Minasa Upa (dok.pribadi) 

Puskesmas Minasa Upa kini juga dilengkapi fasilitas home care yang fasilitas telemedicine-nya dapat dinikmati melalui Mobil Dottoro'ta (namanya unik diambil dari bahasa Makassar yang berarti dokter kita). Mobil ini melayani pemeriksaan ke rumah secara gratis, telah dilengkapi dengan alat periksa EKG untuk pasien sakit jantung dan USG untuk ibu hamil. Kabarnya, layanan home care ini sudah banyak dijadikan contoh oleh beberapa daerah di Indonesia dan dinobatkan sebagai "Top 35 Inovasi Pelayanan Publik 2016".

Mobil Dottoro'ta, layanan homecare Puskesmas Minasa Upa (dok.pribadi)

Berbagai peningkatan fasilitas ini sekaligus menjawab keheranan saya ketika berkunjung ke bangunan baru Puskesmas Minasa Upa ini pertama kali. Saat itu saya memperhatikan tenaga medis (dokter, perawat, petugas administrasi, dan staf pegawai) makin banyak. Ternyata ini bagian dari peningkatan fungsi pelayanan kepada warga.

Staf Puskesmas Minasa Upa saat berfoto bersama Walikota Makassar dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar saat peresmian UPTD Puskesmas Minasa Upa (dok.pribadi)


Puskesmas.. You Are Our Hero..


Kini, bangunan Puskesmas Minasa Upa sudah jadi dan sudah diresmikan oleh Pak Walikota. Namun siapa sangka kalau 2 hari sebelum peresmian, Nenek saya tiba-tiba sakit parah di rumah karena sesak kekurangan oksigen. Saat itu, jujur kami sekeluarga hampir kehabisan akal melihat kondisi Nenek yang tidak sadarkan diri. Biasanya, kami ragu membawanya ke Puskesmas karena berpikir Puskesmas tergolong minim dalam hal pelayanan dan peralatan, meskipun jaraknya sangat dekat dari rumah. Tetapi saat itu kami sudah tak punya banyak waktu untuk berpikir. Dengan tergesa-gesa, kami bawa Nenek ke ruang UGD Puskesmas. Sesampai di sana, tim dokter dan perawat dengan cekatan memberikan pertolongan pertama sebisa mungkin. Awalnya dengan bantuan pernafasan oksigen, kemudian infus. Dokter yang berjaga saat itu kemudian menelepon RS terdekat untuk melakukan rujukan. Kata dokter, Nenek butuh penanganan khusus dari Rumah Sakit.

Di Ruang UGD inilah, Nenek saya mendapatkan pertolongan pertama dari staf medis Puskesmas Minasa Upa sebelum dirujuk ke Rumah Sakit terdekat (dok.pribadi)

Tak lama kemudian, datanglah sopir Ambulance dengan sigap memindahkan Nenek ke mobilnya untuk dibawa ke RS Faisal di daerah Pettarani, ditemani 2 perawat. Sesampai di RS Faisal, tim dokter langsung melakukan pemeriksaan. Alhamdulillah.. keadaan Nenek berangsur membaik dan bisa dipindahkan ke ICU RS Wahidin Sudirohusodo untuk penanganan yang lebih intensif.

Ambulance yang selalu standby di area Puskesmas Minasa Upa inilah yang digunakan untuk mengantarkan nenek saya ke Rumah Sakit terdekat untuk dirujuk (dok.pribadi)

Satu hal yang tak bisa saya lupakan dari kejadian ini adalah peran Puskesmas sebagai pihak pertama yang menyelamatkan Nenek saya. Harus kami akui, Puskesmas Minasa Upa telah menjadi pahlawan penyelamat bagi Nenek.

Bapak Walikota Makassar dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK saat berkunjung ke ruang rawat inap sekaligus memberi semangat kepada pasien agar lekas sembuh (source: mediasulsel.com & infosulsel.com)

Tak hanya keluarga kami saja, pastinya banyak masyarakat yang sudah merasakan manfaat Puskesmas bersejarah ini.

Dukung Program "Germas".. Langkah Sederhana, Faedah Luar Biasa



Banner "G1000G" yang dipasang di pagar Puskesmas Minasa Upa untuk ingatkan warga agar tak lupa menjaga kesehatan sebagai aset kehidupan (dok.pribadi)


Saat meresmikan UPTD Puskesmas Minasa Upa, Bapak Danny Pomanto datang bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Asisten 2, Perwakilan dinas kesehatan  Sulsel, Kepala OPD, Camat Rappocini, Lurah Sekecamatan Rappocini, Kepala RSUD, Ketua RT RW dan tokoh masyarakat yang bersama-sama bermaksud mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), yang dilaksanakan serentak di Puskesmas dan Klinik se-wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, mencakup 24 Kabupaten. Untuk Sulsel sendiri, program ini diberi nama G1000G (Gerakan 1000 Germas), langkah promotif dan preventif menuju derajat kesehatan yang lebih baik.

Bapak Walikota Makassar saat menyampaikan mengenai kampanye Germas sebagai langkah awal menuju derajat kesehatan yang membawa kesejahteraan bagi semua (source: jawapossmakassar.com)


Germas diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan warga, dengan himbauan untuk rajin mengonsumsi sayur dan buah (dengan anjuran 5 porsi per hari). Dengan Germas, warga diingatkan untuk selalu peduli kesehatan, dimulai dari hal-hal sederhana, semisal rutin melakukan aktivitas fisik 30 menit dalam 5 hari setiap minggunya, dan melakukan check-up (pemeriksaan kesehatan), dengan harapan dapat menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kesakitan, kematian, maupun kecacatan.

"Ayo Bapak-bapak.. Ibu-ibu.. Rutin Makan Buah supaya Sehat.." ajak pak Danny Pomanto, walikota Makassar saat launching G1000G di Puskesmas Minasa Upa Makassar (source: bisnissulawesi.com)

Pak Danny berpesan kepada para hadirin di acara peresmian Puskesmas Minasa Upa tentang pentingnya menjaga kesehatan bagi seluruh kalangan, tanpa memandang latar belakang ekonomi, jabatan, atau status sosial seseorang.

“Kita terus berinovasi di bidang kesehatan. Salah satunya dengan menghadirkan layanan home care yang saat ini sudah banyak dinikmati masyarakat, bahkan mendapatkan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi kita dalam bidang kesehatan,” tuturnya.


Kegiatan senam prolanis yang rutin diadakan di Puskesmas Minasa Upa setiap Sabtu pagi ini ajak warga agar rajin menggerakkan badan agar sehat, bugar, kuat, dan peredaran darah lancar (dok.pribadi)

Ke depannya, Pak Danny bercita-cita ingin menerapkan renovasi lagi di sejumlah Puskesmas di kota Makassar. Ditargetkan 2 atau 3 Puskesmas di Kecamatan Tamalate akan dirombak sesuai standar yang diinginkan beliau. Pelayanannya diharapkan dapat menyerupai Rumah Sakit Swasta.

Campaign "Salam Germas" menghiasi tampak depan Ruang Penyimpanan dan Pengambilan Obat di Puskesmas Minasa Upa (dok.pribadi)

Sadar Pentingnya Kesehatan, Astra Motor Lakukan Langkah Konkret Ini di Makassar


Tekad pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan pelayanan yang unggul dan bermanfaat bagi warganya dilandasi kesadaran akan pentingnya kesehatan untuk menyokong berbagai aktivitas manusia. Seiring perkembangan jaman, sebagian besar orang mungkin sudah tak punya cukup waktu untuk memikirkan kesehatannya. Bila kemudian Germas menjadi satu terobosan sederhana Kementerian Kesehatan RI yang mendatangkan banyak manfaat untuk menggugah kepedulian untuk meluangkan waktu menjaga kesehatan tubuh, maka Astra Motor pun tak ingin ketinggalan menyalurkan jiwa sosialnya untuk menyehatkan warga Makassar.

Peresmian Poskeskel Rappocini setelah direnovasi oleh Tim Astra Motor (source: https://www.google.co.id/amp/www.otomakassar.com/astra-motor-makassar-bina-pos-kesehatan-kelurahan-rappocini/amp/)


Beberapa bulan yang lalu, tepatnya tanggal 26 Agustus 2017, kelurahan Rappocini Makassar memperoleh fasilitas berupa pengaktifan kembali Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel), dengan terlebih dahulu melakukan renovasi agar pos kesehatan ini layak untuk dimanfaatkan sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi warga setempat. Astra menggagas ide ini karena lokasinya yang dinilai strategis, sehingga manfaatnya diharap mampu menyentuh banyak orang di daerah sekitar Poskeskel, yang berada di jalan penghubung antara kelurahan Rappocini dan Pelita, dapat menembus jalan Rappocini Raya ataupun jalan Andi Pangeran Pettarani.

Poskeskel Rappocini diharapkan dapat memudahkan warga setempat untuk memperoleh layanan kesehatan sesegera mungkin (source: fajaronline.com)

Sebelumnya, Kepala Wilayah Astra Motor Makassar, Denny Teguh menyatakan keprihatinannya dengan kondisi Poskeskel Rappocini yang terbengkalai. Dinding, atap, dan lantai bangunan rusak, jendelanya lun pecah. Dengan kondisi ini, pos tersebut tak layak untuk beroperasi secara maksimal untuk melayani warga yang sakit.

Kepala Wilayah Astra Motor Makassar, Denny Teguh mengatakan bahwa Poskeskel yang sebelumnya sempat terbengkalai selama 2 tahun belakangan itu memang berada di lokasi strategis pertengahan kelurahan Rappocini, namun kondisi fisik bangunan tidak memungkinkan untuk dilakukan kegiatan lagi.

Astra Motor Makassar memang sedang serius ingin berkontribusi melalui berbagai program kepedulian di Makassar untuk mewujudkan visi dan misi utama Astra untuk bermanfaat bagi bangsa.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Rappocini, Sultan Dg. Liwang menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan renovasi Poskeskel Karunrung. Ia juga berharap agar warga sekitar merasa aman dan nyaman tinggal di Rappocini sehingga Rappocini bisa menjadi kelurahan panutan untuk yang lain.

Sebelumnya, kelurahan Rappocini terpilih menjadi target program Kampung Berseri Astra, yang melibatkan seluruh elemen perusahaan grup Astra yang berada di daerah tersebut bersama dengan masyarakat penghuni kelurahan sebagai penggeraknya. Program besar ini adalah langkah konkret PT. Astra International Tbk yang juga dilaksanakan di setiap kota besar di Indonesia untuk membenahi daerah perkampungan, termasuk lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.



Salut untuk jiwa sosial Astra..
Semoga ke depannya semakin maju dan kesuksesan yang dituai dapat menjadi inspirasi bagi Masyarakat Indonesia, khususnya pemuda-pemuda Indonesia untuk terus berkontribusi positif, memanfaatkan segenap potensi yang ada untuk mampu bersaing secara sehat di kancah global, tentunya dengan fisik dan mental yang sehat. Astra siap maju bersama masyarakat Indonesia dalam program "Inspirasi 60 Tahun Astra".

Salam..


Sumber tulisan:
https://www.mediasulsel.com/danny-hadiri-germas-dan-launching-puskesmas-minasa-upa/

http://makassar.liputanutama.com/kreen-bingits/2017/10/02/danny-target-puskesmas-di-kecamatan-tamalate-akan-direnovasi/

http://infosulsel.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171002-WA0003.jpg

https://www.google.co.id/amp/makassar.tribunnews.com/amp/2017/08/26/astra-motor-makassar-aktifkan-pos-kesehatan-di-kelurahan-ini

https://www.google.co.id/amp/www.otomakassar.com/astra-motor-makassar-bina-pos-kesehatan-kelurahan-rappocini/amp/

http://fajaronline.com/2017/08/26/astra-motor-aktifkan-kembali-pos-kesehatan-kelurahan-rappocini

Rabu, 13 September 2017

Kota Anging Mammiri Semarak Dibuai Kilau F8


Kemeriahan Pembukaan Makassar International Eight Festival and Forum 2017 di Anjungan Pantai Losari Makassar (source: drone kecamatan Wajo, twitter @ujungpandangmks)

"Anging Mammiri Kupasang..

Pitujui Tontonganna..
Tusaroa Takkalupa.."

Selalu terharu, bahkan bisa menitikkan air mata saat mendengar lagu Anging Mammiri mengalun ketika kebetulan saya sedang jauh dari kampung halaman.. Rindu sudah pasti, tapi jika kaki masih jua di tanah rantau, belum sanggup beranjak pulang, apa mau dikata.. Hanya doa yang terangkai, agar rasa ingin berjumpa ini cepat-cepat tuntas.. Menghitung hari.. Membayangkan sanak saudara di pelupuk mata..

Kemudian.. syukur luar biasa saat melihat kota Makassar ini sudah berkembang jauh. Mungkin karena kemajuan jaman yang berpengaruh banyak pada perubahan tingkah laku, kebutuhan, dan gaya hidup masyarakatnya, Makassar kini tumbuh menjadi kota metropolitan. Pembangunan dengan pesat telah mengisi sendi-sendi kehidupan di kota yang terkenal dengan Pantai Losari ini.

Banyak yang berpendapat seperti ini.. "Tak lengkap rasanya bila ke Makassar tapi belum pernah berkunjung ke Pantai Losari..". Oleh karenanya, tak mengherankan bila banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berlalu-lalang di pantai ini, untuk mencicipi aneka sajian kuliner khas Makassar atau melepas lelah sambil menikmati pemandangan matahari terbenam, dengan view lepas ke arah barat.

Pantai Losari di era 90-an sebagai restoran terpanjang di dunia (source: makassarterkini.com)


Pantai Losari sejak dahulu telah menjadi tempat favorit untuk bersantai. Pada abad 20-an, para bangsawan dan orang-orang Belanda kemudian membangun semacam tembok pembatas darat dan pantai. Pantai ini kemudian terkenal dengan julukan "Restoran Terpanjang di Dunia", dikarenakan banyak pedagang makanan yang berjualan dengan gerobak di sepanjang tepi pantai (area berjualan memanjang sekitar 1 km). Pada awal dekade 70-an, Walikota Makassar saat itu, Muhammad Daeng Patompo menjadikan daerah ini sebagai pusat kuliner di Makassar pada saat itu. Pilihan makanannya pun beragam dari ringan sampai yang berat, mulai dari Pisang Epe, Baroncong, Bakso, Mie Kuah, Es Teler, Pisang Ijo, dan lain-lain.

F8 Menambah Kilau Kota Makassar


main stage Makassar International Eight Festival and Forum 2017 (source: drone Kecamatan Wajo, twitter @ujungpandangmks)


Beda orang, beda sudut pandang, beda selera, beda gaya, beda pula metode apresiasi masing-masing.. Hakekatnya sebuah karya, akan semakin berarti ketika dirasakan maknanya.. terserah nantinya para penikmat mau menilai seperti apa.. Sebab karya tetaplah karya.. ungkapan kejujuran sang kreator.

Berangkat dari keinginannya membesarkan nama pariwisata Makassar di mata dunia, Walikota Makassar, Bapak Moh. Ramdhan "Danny" Pomanto tak mau menyia-nyiakan waktu untuk mempersembahkan sesuatu yang berkesan bagi warganya, sebuah festival bertaraf internasional yang bertajuk "Makassar International Eight Forum and Festival 2017".

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Bapak Triawan Munaf diapit Gubernur Sulawesi Selatan Bapak H.Syahrul Yasin Limpo dan Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto kompak memakai penutup kepala khas Makassar pada pembukaan Makassar International Eight Festival and Forum 2017 (source: twitter @ujungpandangmks)


Menurut Walikota yang sudah 3 tahun berturut-turut membawa Makassar meraih penghargaan Adipura ini, F8 bukanlah festival biasa, tapi juga menjadi momen kebudayaan dan peradaban baru di Indonesia. Bayangkan saja, Anjungan Pantai Losari dihujani atmosfer seni kultural yang sangat kental, namun hangat dalam balutan hubungan baik antarnegara-negara yang terlibat.

Makassar Art Performance.. Gandrang Bulo, Lagu Tradisional, dan Tari-tarian khas Sulawesi Selatan menjadi sajian memukau di main stage pada malam pembukaan F8 (source: twitter @ujungpandangmks)

Event yang dijuluki "The Best Water Front Festival in The World" ini menghadirkan 24 delegasi negara partisipan, di antaranya Australia, German, Switzerland, Jepang, India, Taiwan, New Zaeland, Thailand, Prancis, Kuwait, Georgia, Afganistan, Iran, Amerika Serikat, Singapore, Malaysia, Irak, Korea selatan, Inggris, Denmark, Belgia, Kanada, Afrika Selatan, dan China.

Malam Minggu di Anjungan Losari Sebelumnya Tak Pernah Semeriah Ini..


Pelataran Anjungan Metro Pantai Losari dihiasi lampion cantik selama pagelaran F8 berlangsung (captured by Dini)

Sejak tau ada F8 di Anjungan Metro Pantai Losari Makassar, saya memang berniat ke sana bersama keluarga. Weekend pun menjadi waktu yang tepat. Sabtu tanggal 9 September 2017 saya ditemani anak dan adik bermalam minggu di sana.

Belum juga menyentuh area anjungan, mobil yang kami tumpangi sudah tidak bisa bergerak saking padatnya jalan akses ke sana. Maka demi mencari aman, kami memutuskan memarkir kendaraan agak jauh, meskipun dengan resiko harus berjalan kaki cukup jauh sambil menggendong anak.

Area Food menjadi yang pertama kami datangi. Booth makanan dan minuman citarasa lokal dan internasional yang berjejer membuat kami sempat kebingungan mau mampir dimana, karena semua keliatan enak, pun disajikan dengan tampilan unik nan menggugah selera.


Food Area F8, berbagai jenis makanan dan minuman berjejer di sini.. Siap untuk dinikmati (dok.pribadi)


Ada bakso bakar, nasu palekko, pallumara, minuman milk tea kemasan yang segar-segar, bahkan es krim gelato pun ada. Semua rame diserbu antrian pengunjung yang membludak malam itu.

Karena tergoda rasa penasaran, saya coba memberanikan diri menembus kerumunan pengunjung dari arah selatan ke utara area F8. Sambil melihat-lihat aneka hal unik yang dipamerkan, ada rasa bangga luar biasa dengan adanya F8 ini. Seingat saya, belum pernah Anjungan Losari seramai ini sebelumnya. Belum pernah pula saya menyaksikan wajah-wajah excited warga Makassar yang sama seperti yang ditunjukkan pengunjung Losari pada malam itu.

Bakso Bakar (dok.pribadi)

Booth Jumbo Ice Cream Cone yang bikin siapapun harus lama antre untuk menikmati eskrimnya (dok.pribadi)

Songkolo, nasi ketan khas Sulawesi Selatan (dok.pribadi)
Pallumara, kuliner ikan khas Makassar juga tersaji di salah satu food booth di F8 (dok.pribadi)
Kedai Pisang Epe di sepanjang Pantai Losari selama F8 dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai daerah (dok.pribadi)


Makassar benar-benar semarak, tak ada kesenjangan yang mengganjal kebersamaan yang terjalin. Semua kompak berbaur bertepuk tangan sambil berseru gemuruh ketika menyaksikan performance yang disajikan di main stage ataupun di panggung anjungan lainnya. Tidak mengherankan, karna anjungan Losari selalu jadi tempat favorit untuk bermalam minggu. Dari ujung selatan ke utara, seluruhnya dipadati pengunjung.

Main Stage F8 Makassar, selalu ada performance memukau di sini (dok.pribadi)

Dengan adanya F8, pantai yang namanya pernah menjadi lirik pembuka lagu "Sumpah Benang Emas" milik penyanyi dangdut legendaris Elvie Sukaesih ini pun menjadi berkali-kali lipat ramainya. Saya pun sempat beberapa kali terjebak di keramaian. Namun jangan salah.. Ramai bukan berarti tak ramah. Ketika saya menyaksikan sendiri ada banyak personel Polrestabes yang siaga mengamankan event ini, perasaan menjadi lebih tenang. Kabarnya ada 2011 personel yang khusus ditugaskan berjaga di area pelaksanaan F8 ini.

Apa sih F8?
Banner Makassar International Eight Forum and Festival 2017 (source: twitter @ujungpandangmks)

Siang hari sebelum ke F8, di rumah saya ada arisan keluarga. Seperti biasa, tante dan om bersama anak-anaknya berkunjung untuk silaturahmi sambil menikmati makan siang. Satu hal yang membedakan siang itu dengan arisan-arisan sebelumnya adalah topik yang menjadi bahan pembicaraan. Semua kompak membahas F8, berikut antuasiasme mereka untuk ikut menyaksikan kemegahan festival ini.

F8 sendiri merupakan singkatan dari ragam kegiatan yang menjadi elemen pengisi festival ini, yaitu antara lain: Fashion, Food & Fruit, Film, Fiction Writer & Font, Folks, Fussion Music, Fine Art, Flora & Fauna.

Salah satu pengunjung berfoto dengan Jumbo Ice Cream Cone yang antrian pembelinya sangat ramai.

Booth Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar menyediakan berbagai jenis pernak-pernik unik, dari sarung tenun, tas, hingga aksesoris (dok.pribadi)

Salah satu booth Pemerintah Kota yang ramai didatangi pengunjung adalah booth Jayapura.. Banyak yang ingin selfie menggunakan headpiece khas Papua ini.. (dok.pribadi)

Selain menyajikan performance yang sangat menghibur dan atraktif, sisi positif F8 bisa dilihat dari barisan booth yang berjejer di sepanjang anjungan. Bapak Danny Pomanto tak hanya ingin mengajak warganya berkeliling dunia dan menambah wawasan kita di booth kota partisipan dan negara-negara delegasi, tapi juga mengajak para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan kreator-kreator seni lokal dari berbagai kalangan (pelajar dan profesional) turut serta memajukan bangsa melalui sektor ekonomi kreatif.

Booth Aksesori Kayu Kaukah, asal Timur Tengah (dok.pribadi)

Booth Etnik Toraja (dok.pribadi)

Kayu Loloda untuk Terapi Penyembuhan, asal Halmahera (dok.pribadi)

Berdasarkan data, ada 226 tenant yang membuka booth-nya di Festival ini, di antaranya 133 booth kuliner, 30 booth fashion, 8 booth kedutaan negara-negara asing, 15 booth kota/kabupaten se-Indonesia, 20 booth sponsorship, dan 20 booth kepanitiaan.

Bapak Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia pun mengapresiasi inisiatif Bapak Danny Pomanto mencetus F8. “Belum pernah festival di negeri ini dikunjungi begitu banyak perwakilan negara asing seperti F8 Makassar,” ucapnya.

Fine Art Area.. tempat berkumpulnya para kreator dan penikmat seni (dok.pribadi)

White sand, untuk kamu yang senang bermain pasir.. (dok.pribadi)

Booth Sanggar Seni Kasumba (dok.pribadi)

F8 juga membuka kesempatan untuk para mahasiswa pecinta seni untuk memamerkan karyanya di sini.. booth Seni Rupa Unismuh ini salah satunya (dok.pribadi)

Mau nyobain live sketch? Bisa bangeet.. di F8 ada pelukis yang siap sedia melukis wajahmu secara manual.. (dok.pribadi)


Add One More F to F8: Fantastic!

Pertunjukan demi pertunjukan yang disuguhkan penyelenggara F8 telah berhasil memukau jutaan pasang mata yang hadir menyaksikan, dimulai sejak pembukaan tanggal 6 September 2017, hingga penutupannya 10 September 2017.


Robot Transformer yang sehari-harinya berkeliling di anjungan Pantai Losari ini selalu jadi rebutan anak-anak kecil yang mengajaknya foto bareng selama F8 berlangsung (captured by Dini)

"Si Jago".. Maskot Sulsel yang penuh kehangatan.. (captured by Dini)


Satu hal yang menggugah pengunjung F8 adalah atraksi aerobatik yang melibatkan Indonesian Air Force Jupiter Team saat pembukaan F8 berlangsung. Mereka juga mengomentari pertandingan Ring Muai Thai yang menjadikan Makassar sebagai kota pertama yang melaksanakan pertandingan ini di atas laut.

Indonesian Aerobatic Air Force Jupiter Team siap beratraksi di udara (source: http://simponinews.com/2017/09/06/atraksi-jupiter-dan-sukhoi-undang-decak-kagum-pengunjung-f8/)

Ring Muai Thai Campionship di atas laut, pertama di dunia.. Hanya di Makassar, F8 tepatnya (source: twitter @ujungpandangmks)


Artis-artis nasional dan internasional pun turut hadir meramaikan. Sebut saja Daniel Sahuleka, Ari Lasso, Yovie & Nuno, Anji, Budi Doremi, Luna Maya, Adjie Notonegoro, dan masih banyak lagi. Tak mau ketinggalan, sineas-sineas lokal juga turut menyuguhkan film-film yang kualitasnya layak bersaing.

Luna Maya turut menghadirkan fashion show koleksinya (source: twitter @ujungpandangmks)

Anji (source: twitter @ujungpandangmks)

Ari Lasso, duet dengan Bapak Danny Pomanto, Walikota kebanggaan Makassar (source: twitter @ujungpandangmks)

Target 1 juta pengunjung pun terlampaui hanya sampai hari ke-4, jauh jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung F8 tahun sebelumnya yang mencapai 300 ribu orang dalam 3 hari pelaksanaan. Dalam 2 hari pelaksanaannya saja (6-7september 2017), nilai transaksi sudah mencapai Rp 2,2 miliar.

Mini Bioskop F8, menayangkan film-film karya sineas lokal (dok.pribadi)

Makassar International Eight Forum and Festival atau yang dikenal F8 yang tiap tahunnya digelar pemerintah Kota Makassar masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017, dengan perolehan persentase 3% dari 10 daerah di Indonesia yang juga menggelar festival Pariwisata.

Berkat kesuksesan yang dicetak F8 pulalah, kota Makassar berhasil menjalin kerjasama dengan negara-negara terkemuka di dunia untuk kemajuan bersama, di antaranya Georgia dan Perancis.

Walikota Makassar dan Dubes Perancis saat penandatanganan MoU kerjasama kedua belah pihak dalam bidang smart city. Momen ini dilakukan di atas kapal phinisi, simbol perjuangan dan kejayaan Makassar (source: twitter @ujungpandangmks)

Atas pencapaian luar biasa ini, layak kiranya "Makassar International Eight Festival and Forum 2017" mendapatkan satu tambahan huruf "F" lagi untuk melengkapinya. Satu "F" lagi untuk kata "Fantastic"..

Salut untuk Makassar.. Dua Kali Tambah Baik.. Jangan Biarkan Makassar Mundur Lagi..

Jumat, 23 Juni 2017

Stimulasi Tepat Untuk "Juara Hebat Kebaikan"






Semua orang tua pasti ingin anaknya tumbuh menjadi anak yang hebat, sosok yang mandiri dan berguna di masa depannya kelak.

Ketika melihat si kecil asyik bermain dan mulai menunjukkan banyak kemajuan di masa tumbuh-kembangnya ini, batin saya bertanya-tanya.. "Mampukah saya mendidik dan menjadikannya anak yang hebat dan berguna di masa depannya nanti?".

Rasa cemas ini mendorong saya untuk mencari-cari tips dan trik mendidik anak. Entah itu bertanya pada orang-orang yang berpengalaman, memantau akun sosmed parenting, ataupun sekedar googling.

Saya juga tak mau ketinggalan info seputar parenting event. Saya pikir acara-acara semacam ini bisa jadi ajang sharing sesama orang tua yang hadir dalam acara tersebut, jadi tak hanya sekedar pembekalan materi belaka. Karena untuk menjadi orang tua yang baik itu butuh proses panjang dan lama, ilmunya tak bisa didapatkan di bangku sekolah manapun. Learning by Doing..

Sabtu (17/6) lalu, satu event inspiratif diadakan oleh Bebelac, brand susu yang sudah cukup lama mengampanyekan tagline "Grow Them Great". Patio Trattoria & Pizzeria pun dipilih menjadi tempat pelaksanaannya. Suasana cozy ala2 Eropa sangat terasa saat pertama kali tiba di sini. Nuansa kuning dan oranye yang dipilih sebagai warna tema acara ini menjadi penyemangat tersendiri, menambah semarak.

Acara ini sengaja diselenggarakan Bebelac dalam rangka kampanye "Juara Hebat Kebaikan" yang punya tujuan mulia untuk mendukung orang tua dalam memberikan stimulasi tepat untuk menunjang tumbuh-kembangnya menjadi anak yang berkarakter hebat.





Momentum Ramadhan sengaja dipilih oleh Bebelac karena bulan ini dianggap sebagai waktu yang pas untuk menebar kebaikan bagi sesama dengan cara berbagi bersama teman-teman dari Rumah Yatim, sekaligus menanamkan nilai moral positif bagi buah hati, sebagai langkah awal pembentukan karakter yang cerdas bersosialisasi dan punya rasa empati yang tinggi.



momen ketika MC mengajak adik-adik dari Rumah Yatim dan Sanggar Kak Yuli untuk menceritakan kebaikan-kebaikan yang sudah mereka lakukan selama bulan Ramadhan


Sebagai hiburannya, ada adik-adik berbakat dari Sanggar Kak Yuli yang menampilkan tari-tarian khas Arabian. Lucu, atraktif, dan menggemaskan.

Senangnya, para orang tua yang hadir di acara ini diperbolehkan membawa anak-anaknya untuk ikut merasakan euforia "sharing kindness" bersama Bebelac.  Saya pun tidak mau ketinggalan donk.. Biarpun hanya datang berdua dengan anak, tapi begitu sampai di sana dan berbaur dengan orangtua dan anak lain, rasanya bahagia sekali. Sarat edukasi, inspiratif, informatif, tapi playful juga.. ada "kids corner" segala.. Jadi si kecil gak bakal bosen berlama-lama di sini deh..


Kids Corner

Melalui event yang dikemas dalam format talkshow interaktif ini, diharapkan pikiran para orang tua dapat tercerahkan dengan pehamaman bahwa "Anak Hebat" itu tidak melulu hanya dinilai dari intelektualitasnya saja. Ada banyak hal yang harus dimiliki seorang anak (di masa-masa emas pertumbuhannya) untuk bisa diberi label "Hebat" dan dinilai "Kompeten" sehingga layak untuk menunjang masa depannya kelak.

Antara IQ dan EQ, mana yang lebih penting untuk mencetak "Generation of Kindness"?

Banyak orang tua mewajibkan anaknya harus pintar dan unggul secara akademik (IQ). Hal ini tanpa disadari bisa menekan mental sang anak. Orang tua pun kadang lupa mengajarkan hal-hal lain yang juga tak kalah penting sebagai pondasi perjalanan sang anak dalam proses tumbuh-kembangnya.




Dalam talkshow "Juara Hebat Kebaikan" bersama Bebelac, para pembicara mengajak para orang tua untuk membuka pikiran seluas-luasnya untuk memahami pentingnya seorang anak memiliki kecerdasan emosional (kebaikan hati) untuk menunjang kecerdasan intelektual sang anak di masa pertumbuhannya. Jika IQ melatih anak melatih daya pikirnya (what they think), maka EQ lebih mengarahkan insting dan perasaan (what they feel) sang anak untuk memahami setiap kejadian yang ditemuinya. Anak hebat harus mampu menyeimbangkan keduanya agar bisa survive dan makin bersinar di masa depannya kelak.

Pada banyak kasus, sering ditemui anak-anak (bahkan juga orang tua) yang individualis, egois, dan cuek terhadap lingkungannya. Mereka cenderung tidak lagi menunjukkan sikap empati, sopan santun, dan rasa saling menghormati terhadap sesamanya. Sebagai orang tua yang sayang anak, tentunya tidak ingin hal itu terjadi pada anak kita.

Psikolog Roslina Verauli memaparkan bahwa nilai kebaikan perlu ditanamkan sejak dini untuk mengasah kecerdasan emosional (EQ) agar anak memiliki kepribadian yang kuat, memiliki "good manner", kemandirian, sense of surviving, sikap sabar, dan pengertian sejak dini.

Kekuatan “Emotional Bonding” Orang Tua & Anak Menjadi Sarana Stimulasi Kebaikan

Kecerdasan emosional (EQ) tidak serta-merta dimiliki anak dengan sendirinya. Orang tua perlu memberikan stimulasi yang tepat sedini mungkin untuk menjadikan anak hebat secara emosional, agar kelak sang anak mampu berinteraksi dengan cara-cara yang positif, tidak agresif, dan lebih kooperatif dengan orang-orang yang ditemuinya. Kemampuan inilah yang memupuk jiwa sosial sang anak untuk gemar dan sukses membangun hubungan pertemanan dengan orang-orang yang dijumpainya.




Anak yang kompeten secara emosional dan sosial memiliki rasa empati yang tinggi. Mereka lebih percaya diri, adaptif, dan mudah berkolaborasi dengan lingkungan, tak takut berkenalan dan berinteraksi dengan siapapun. Kemampuan inilah yang selanjutnya menjadi faktor pemicu yang menjadikan sang anak mampu berprestasi dan aktif untuk melakukan aktivitas positif lainnya, tak terkecuali dalam hal akademik. Jiwa sosial tinggi membuatnya lebih populer dan disenangi teman-temannya.

Karenanya, penting bagi kita sebagai orang tua menjalin kedekatan emosional dengan anak sebagai sarana pemberian stimulasi untuk kecerdasan emosionalnya, agar selanjutnya ia pun tak ragu untuk menunjukkan kebaikan pada orang-orang di sekitarnya.

Tahapan Kecerdasan Emosional Anak 2-7 Tahun

 

Kampanye Bebelac “Juara Hebat Kebaikan” ini diharapkan mampu menginspirasi para orang tua yang memiliki anak yang tengah berada di dalam masa-masa awal ia mulai belajar berinteraksi, bersosialisasi, berempati, dan mengenali hal-hal baru, dengan segmentasi usia anak antara 2-7 tahun,
Sebelum memantapkan diri untuk menjadikan anak kita juara dalam hal kebaikan, penting bagi kita mengenal karakteristik emosi anak di masa gemilang ini. Anak-anak usia 2 hingga 7 tahun akan memperlihatkan kecerdasan emosional berikut ini:

- Aktivitasnya masih berpusat pada diri sendiri (Egosentris), masih senang bermain dan bergelut dengan hal-hal yang disenanginya.

- Perkembangan logikanya belum sempurna, masih berpikir konkret

- Pikirannya masih berfokus pada 1 hal saja

- Perkembangan bahasanya meningkat, ditandai dengan banyaknya kosakata yang mulai bisa dilafalkannya.

- Mulai mengenal simbol-simbol, masih sulit menangkap kata-kata atau penjelasan yang rumit.





Untuk menumbuhkan rasa peduli, orang tua harus selalu menjadi contoh yang baik (role model) dalam berbuat kebaikan. Sebagai contoh, ibu membantu seorang nenek menyeberang jalan, atau ayah memberikan tempat duduk kepada ibu hamil di kendaraan umum. Bila sang anak terbiasa melihat orang tuanya berbuat baik kepada seseorang, maka dengan sendirinya akan tertanam di benak anak bahwa berbuat kebaikan adalah satu pola tingkah laku yang dibiasakan, bukan disengajakan.

Selain itu, orang tua perlu melibatkan seluruh anggota keluarga (kakek, nenek, om, tante, kakak, dll) untuk ikut berpartisipasi menanamkan nilai kebaikan pada anak. Bisa dengan cara story telling tentang kebaikan, lalu dikaitkan dengan kejadian-kejadian yang sering kita temukan setiap hari.

Sebagai orang tua yang ingin menanamkan nilai kebaikan pada anak, kita wajib menjaga konsistensi untuk menjaga perilaku kita di depan anak. Bertindak sesuai dengan apa yang kita ajarkan kepada sang anak, agar anak dapat meniru perbuatan baik tersebut tanpa ragu.

Dukungan Sosial



 
Anak-anak butuh dukungan dari orang-orang di sekitarnya agar terbiasa melakukan kebaikan. Dukungan tersebut berupa:

1. Kesempatan, berikan ruang untuk anak melakukan kebaikan sesuai inisiatifnya
2. Pendampingan, berikan bantuan ketika anak mengalami kesulitan saat ingin berbuat baik
3. Apresiasi, berikan pujian terhadap setiap usaha kebaikan yang dilakukannya, bagaimanapun hasilnya, usahakan jangan menyepelekan tindakannya.

Apresiasi yang Tepat

 

Bagaimana bentuk apresiasi yang tepat diterapkan pada anak yang telah menunjukkan perbuatan baiknya?
1. Fokuskan pujian secara spesifik pada perilaku dan usaha anak
2. Ekspresikan apreasiasi tersebut secara spontan
3. Berikan apresiasi/ perhatian, bahkan di saat anak mengalami kesulitan
4. Buat tradisi keluarga yang bentuknya kegiatan sosial
5. Ajak anak berdiskusi ketika melihat seseorang membutuhkan pertolongan untuk menumbuhkan kesadaran berempati

Apresiasi yang tepat akan menumbuhkan motivasi sang anak untuk menjadi "Juara Hebat Kebaikan"


Nutrisi Baik Untuk Tumbuh dan Berkembang dengan Baik

Selain stimulasi yang tepat, orang tua juga wajib memberikan asupan nutrisi yang baik untuk menunjang perkembangan kecerdasan intelektual dan emosional anak di masa emas pertumbuhannya ini. Produsen Bebelac, PT Nutricia Indonesia Sejahtera percaya bahwa pemenuhan nutrisi sehat selama 1000 hari pertama (sejak dalam kandungan hingga tahun ke enam) akan terus berdampak sampai seumur hidup.




Nutrisi yang baik terkandung dalam makanan dengan gizi seimbang yang mengandung minyak ikan, asam linoleat, vitamin dan mineral, dilengkapi dengan susu.

Selain berkomitmen untuk menyediakan nutrisi yang tepat pada masa tumbuh-kembang sang buah hati, Bebelac mengajak anda berpartisipasi aktif melalui kegiatan "Juara Hebat Kebaikan" sebagai wujud komitmen upaya pendampingan bagi para orang tua untuk  memberikan stimulasi yang tepat untuk kecerdasan si kecil. Caranya, kirimkan foto atau video yang disertai caption berisi cerita kebaikan sang buah hati ke www.bebeclub.co.id/juarahebatkebaikan. Periode kegiatan berlangsung dari 5 Mei-30 Juni 2017.

Tunggu apa lagi? Yuk ajak si kecil menjadi inspirasi kebaikan sekarang juga.. dan bersiaplah menjadi "Juara Hebat Kebaikan" bersama Bebelac.

Grow Them Great..