Minggu, 01 Desember 2019

Tak Kenal Maka Tak Sayang.. Yuk Tau Lebih Banyak tentang Sagu Papua !

Selain karena kekayaaan alamnya yang mempesona, wilayah Indonesia Timur juga dikenal dengan sajian kulinernya yang enak-enak dan unik-unik. Salah satunya datang dari Bumi Papua, yakni Sagu Papua, yang selama ini dijadikan makanan pokok sehari-hari oleh warga di sana.

sagu papua untuk dunia
Mengajak anak makan nachos yang terbuat dari olahan sagu

Saya sendiri sudah cukup akrab dengan sagu. Di mata pelajaran SD, sering sekali ada pembahasan mengenai sagu, yang ternyata memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Apalagi, di daerah Sulawesi Selatan, tepatnya di Kota Palopo juga ada makanan yang berasal dari olahan sagu, yakni Kapurung. Sekilas, tampilan Kapurung memang mirip sekali dengan Papeda, makanan kebanggaan masyarakat Papua.

Ketika info bahwa pembahasan mengenai Sagu Papua ini akan dibukukan, saya tentu saja merasa sangat antusias dan bangga. Adalah Ahmad Arif, sang penulis, juga berprofesi sebagai wartawan harian Kompas, yang meramu formula buku tersebut.



"Sagu Papua untuk Dunia", judul bukunya, merupakan buku pertama dari "Seri Pangan Nusantara", dirilis oleh Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), bekerjasama dengan perusahaan pangan berbasis agribisnis, PT. Austindo Nusantara Jaya, Tbk (ANJ).

Buku ini menjelaskan urgensi Indonesia untuk menjadikan keberagaman pangan sebagai strategi ketahanan pangan nasional. Peluncuran buku "Sagu Papua untuk Dunia" ini berlangsung Senin, 25 November 2019 di Restoran Bueno Nasio, Menara BTPN, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Sekedar informasi, Restoran Bueno Nasio ini spesial menyediakan makanan olahan sagu untuk pengunjungnya, dikelola oleh ANJ.. Ternyata, nama Bueno Nasio sendiri diambil dari bahasa Papua, yang berarti Dapur Enak.


Acara peluncuran buku ini dikemas dalam format talkshow, menampilkan Ahmad Arif dan Naga Waskita (Direktur PT. ANJ) yang membahas sejarah sagu dan urgensi pangan alternatif dari golongan non-beras, tantangan dan peluang dalam bisnis sagu, serta strategi pemerintah untuk menjadikan sagu sebagai komoditas pangan strategis.

Kebijakan Pangan Saat Ini Masih Identik dengan Beras

Sejak 1952, Presiden Soekarno sudah mengingatkan, jika pemerintah menitikberatkan kebijakan pada sawah, maka Indonesia akan sulit memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terus meningkat.

"Kenapa kita harus membuang dividen 120 sampai 150 juta dollar tiap tahun untuk membeli berasa dari luar negeri? Persediaan bahan makanan ini harus ditambah.. Tanah kering harus ditanami.. Nilai dan khasiatnya harus sama dibuat sederajat dengan padi, misalnya jagung, jawawut, kedele, kacang tanah, dan lain sebagainya.."


Pernyataan tersebut disampaikan Sang Proklamator dalam pidatonya di Fakultas Pertanian Universitas Indonesia pada 27 April 1952.

Menurut Ahmad Arif, sang penulis buku "Sagu Papua untuk Dunia", kerentanan pangan Indonesia bisa dikatakan terjadi karena di negara ini potensi sumber pangannya besar, tapi pengetahuan Sumber Daya Manusia untuk mengolahnya masih kurang.


Padahal, Indonesia merupakan negara dengan cadangan sagu terbesar di dunia. Sagu adalah sumber pangan manusia modern (Homo sapiens). Sungguh ironis jika melihat fakta bahwa negara tetangga kita, Malaysia yang kini justru menguasai pasar ekspor sagu dunia.

Sudah Saatnya Pemerintah Indonesia Menempuh Kebijakan Pangan yang Berperspektif Nusantara

Sagu adalah makanan pokok asli Papua. Hampir semua dari kita memahami hal tersebut. Sagu telah menyatu dengan peradaban masyarakat Papua selama ribuan tahun.

Sagu memiliki berbagai kelebihan. Kandungan karbohidratnya tinggi, bebas gluten, dan indeks gilkemiknya rendah. Sebagai makanan pokok, sagu sangat cocok untuk dikonsumsi oleh orang berkebutuhan khusus, karena dapat mencegah diabetes hingga kanker.





Terkait perubahan cuaca dan iklim, juga punya kemampuan adaptasi yang baik, serta tahan dalam kondisi ekstrim separti banjir, kekeringan, dan angin kencang. 

Namun sayangnya, dalam beberapa dekade terakhir, Sagu di Papua sudah tergantikan dengan beras dan gandum dari luar Papua. Padahal jelas-jelas, pada kenyataannya sagu lebih ramah lingkungan karena dapat menyatu dengan hutan, berbeda dari beras ataupun gandum.

Sebuah fakta yang menyedihkan, ketika tau bahwa di Papua bisa terjadi kasus gizi buruk, sementara hutan sagu di Papua sangat melimpah luasnya.




Dalam kasus inilah, peran perusahaan seperti ANJ sangatlah penting, karena merupakan salah satu perusahaan pangan berbasis agribisnis yang concern terhadap keberagaman pangan.

Oleh karena itu, mengutip kata-kata Ahmad Arif, "Sudah saatnya pemerintah menempuh kebijakan pangan yang berperspektif Nusantara.". Jika hal ini terwujud dengan baik, tanaman lokal seperti sagu yang terbukti mampu beradaptasi dengan iklim dan cuaca setempat, bisa menjadi prioritas utama.

Senin, 25 November 2019

#ONCleanDay Aksi Nyata OCBC NISP untuk Kali Ciliwung

Sudah lama saya tidak bersentuhan langsung dengan sungai.. Dulu, semasa kuliah di Jurusan Teknik Geologi, hampir setiap field trip, kerjaannya yaa.. susurin sungai. Entah itu untuk ukur debit sungai, penelitian geomorfologi, measuring section, dan masih banyak lagi.. Gak jarang pula saya dan temen-temen kuliah harus basah-basahan karna mesti nyebur ke sungai untuk pengambilan data laporan..

Tapi itu udah lama sekali.. Sejak lulus, boleh dikata saya udah gak pernah lagi berkunjung ke sungai. Paling-paling sebatas melihat dari jauh saja.. Makanya, saya harus bilang banyak terima kasih sama Bank OCBC NISP yang sudah membawa memori masa kuliah yang lumayan seru dan antimainstream itu kembali lagi ke benak saya.

Senang sekali bisa ikut dalam kegiatan #ONCleanDay yang sangat inspiratif ini bersama Bank OCBC NISP

Tepatnya di pinggiran Kali Ciliwung, aktivitas kami berlangsung pagi itu, Sabtu 23 November 2019, saya dan 4 rekan blogger (Mira Utami, Nursaid, Imawan, dan Bowo Susilo) bergabung dengan volunteers pecinta lingkungan, dari Sustainable Indonesia, Komunitas ByeBye Plastic Bags, dan Komunitas Bank Sampah, karyawan Great Estern Life Indonesia, serta jajaran direksi, staf, dan mitra bisnis Bank OCBC NISP melakukan sebuah aksi nyata #ONCleanDay (OCBC NISP Clean Day) dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia 21 November.


Sebenarnya kampanye sadar lingkungan sudah banyak digencarkan oleh banyak pihak, seiring pula dengan bermunculannya komunitas-komunitas Go Green yang membawa misi menyebarkan pesan positif kepada khalayak bahwa pelestarian lingkungan bukanlah sebuah kata-kata atau jargon semata, karena jika benar-benar dijalankan dengan penuh kesadaran dan konsistensi, dampaknya benar-benar bisa dirasakan oleh banyak orang secara berkelanjutan, bahkan sampai ke anak cucu kita.

#ONCleanDay Sebuah Pesan Positif


ONCleanDay OCBC NISP
ONCleanDay, sinergi yang membawa pesan positif

Ketika OCBC NISP membawa pesan baik itu, tentunya banyak pihak yang merespon positif, utamanya masyarakat yang bermukim di sekitar sungai Ciliwung. Pihak OCBC NISP sendiri mengusung misi #ONCleanDay dan memilih kawasan kali Ciliwung ini bukan tanpa alasan. Ternyata, Pemulihan Sungai Ciliwung ini adalah bentuk support bisnis berkelanjutan OCBC NISP, dimana 90 kantor operasional Bank yang didirikan di Bandung pada tahun 1941 ini berada di sekitar aliran Sungai Ciliwung.

“Bank OCBC NISP memahami bahwa sebuah bisnis yang bertanggung jawab adalah bisnis yang memiliki komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta lingkungan sekitarnya.” demikian ujar Ibu Mirah Wiryoatmodjo, Direktur Bank OCBC NISP.

ONCleanDAY OCBC NISP
Mengamati Pinggiran Sungai Ciliwung sebelum memulai kegiatan #ONCleanDay

Pemahaman tersebutlah yang mendorong OCBC NISP untuk menyelaraskan bisnis, pengembangan Sumber Daya Manusia, serta bertanggung jawab akan pelestarian lingkungan, terutama di wilayah operasional bisnis Bank OCBC NISP. Salah satu perwujudan komitmen ini adalah kegiatan #ONCleanDay yang diadakan untuk membantu pemulihan Sungai Ciliwung.

Jika Sungai Ciliwung berhasil dilestarikan, ke depannya dapat mendukung kelangsungan bisnis banyak perusahaan, termasuk Bank OCBC NISP. Pesan positif bahwa kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara yang baik harus disebarkan.

ONCleanDay OCBC NISP
#ONCleanDay lahir dari sebuah kolaborasi dari pihak-pihak yang memiliki kepedulian besar terhadap lingkungan

Untuk itu, kolaborasi mitra bisnis dan komunitas pencinta lingkungan menjadi bagian penting program #ONCleanDay untuk menciptakan dampak yang positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Mulung Ciliwung


Dalam #ONCleanDay ini, Bank OCBC NISP  
melakukan aktivitas ‘Mulung Ciliwung’, yakni kerja bakti memungut sampah di pinggiran sungai. Ide ini lahir dari kepedulian Bank OCBC NISP yang menaruh perhatian akan masih adanya permasalahan lingkungan yang terjadi di wilayah pusat operasional perusahaan ini beroperasi, khususnya di DKI Jakarta, Bogor dan Depok.

"Mulung Ciliwung", kerja bakti bersama memungut sampah yang ada di pinggiran Kali Ciliwung (foto : Bowo Susilo)

Sewaktu menginjakkan kaki pertama kali di lokasi kegiatan, saya sempat tercengang. Tumpukan sampah uang menggunung di pinggiran Sungai Ciliwung benar-benar menyedihkan. Bukan itu saja, sampah-sampah ini bercampur dengan tanah yang merupakan hasil sedimentasi material yang dibawa oleh aliran Sungai Ciliwung, sehingga agak menyulitkan kami memungut sampah di area kegiatan.

Lebih mirisnya lagi karena sampah-sampah yang kami temui adalah sampah plastik yang berasal dari kemasan makanan, seperti mi instan, snack, obat-obatan, dan lain-lain. Padahal, seperti yang kita ketahui, material plastik sangat sulit diuraikan oleh tanah, sehingga sangat besar potensinya dalam pencemaran lingkungan, khususnya tanah, beserta ekosistem yang hidup di dalamnya.

ONCleanDay OCBC NISP
Penjaringan Sampah di Sungai Ciliwung

Dalam kegiatan "Mulung Ciliwung" ini juga dilakukan penjaringan sampah dari dalam sungai Ciliwung, yang dilakukan oleh beberapa relawan. Jadi, gak hanya pinggiran sungainya aja yang dibersihkan.

Penanaman 150 Pohon (MyBabyTree)

Usut punya usut, isu yang dihadapi Sungai Ciliwung bukan hanya permasalahan sampah saja, guys.. Ternyata, setiap tahunnya selalu terjadi banjir di hulu Sungai ini. Makanya, di kegiatan #ONCleanDay ini juga diadakan penanaman 150 pohon (Baby Tree), dengan tujuan mengembalikan lagi fungsi catchment area (daerah resapan) di pinggiran Sungai Ciliwung.

Wujud Dukungan Bank OCBC NISP ini dimaksudkan pula untuk membantu agenda SDGs terkait perubahan iklim sejalan dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Agenda for Sustainable Development atau SDGs) ke-13, yakni memerangi dampak perubahan iklim.

ONCleanDay OCBC NISP
Simbolis Penanaman Baby Tree di Pinggiran Sungai Ciliwung untuk mengembalikan fungsi catchment area di daerah pinggiran kali

Kegiatan #ONCleanDay ini juga sejalan dengan rencana pemerintah memulihkan kondisi Sungai Ciliwung guna konservasi biodiversity dan pemeliharaan ekosistem. Untuk mendukung hal tersebut terdapat total 150 penanaman pohon yang merupakan program MyBabyTree.

MyBabyTree dilengkapi dengan geotagging
sehingga pertumbuhan dan kelestariannya dapat dipantau oleh masing-masing relawan #ONCleanDay.

ONCleanDay OCBC NISP
Workshop Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah

Acara ini dilengkapi dengan workshop pengelolaan dan pemanfaatan sampah yang disampaikan oleh Komunitas Bank Sampah serta presentasi dari Komunitas ByebyePlastic Bag. Saya excited banget melihat semangat anak-anak muda dalam memerangi bahaya sampah, utamanya yang disebabkan cara penggunaan yang kurang bijak terhadap kemasan plastik.

Kegiatan #ONCleanDay ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan dan menjaganya dari kerusakan..

Minggu, 17 November 2019

Yuk.. Cegah Kekurangan Zat Besi pada Anak di 1000 Hari Pertama Kehidupannya dengan Body Friendly Iron

Buibuk.. Gimana sih cara mengatasi kekurangan zat besi pada anak? Mari kita bahas..

maltofer, kekurangan zat besi
Saya dan Radit, anak saya yang saat ini berusia balita

Masa tumbuh kembang anak takkan pernah berulang. Sadarkah kita, bahwa ternyata kita hanya punya kesempatan 1000 hari untuk memberi asupan zat besi kepada si kecil? Masa-masa inilah yang disebut Golden Age, perhitungannya dimulai sejak hari pertama terbentuknya janin dalam kandungan, hingga 1000 hari selanjutnya, sampai anak berusia sekitar 2 tahun.

Kekurangan Zat Besi (Defisiensi Besi)


Sebelum membahas tentang kekurangan zat besi, kita perlu tahu terlebih dahulu bahwa zat besi merupakan salah satu nutrisi yang sangat penting terhadap fungsi organ dan sel dalam tubuh. Zat besi berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui hemoglobin (Hb) yang terdapat dalam sel darah merah.

Kita sebagai orang tua seringkali terlena dengan kesibukan, tak jarang hal sepenting gizi harian si kecil bisa luput dari pikiran, sehingga anak beresiko kekurangan zat besi.

Namun, tahukah kita bahwa kekurangan zat besi (iron deficiency) adalah kekurangan gizi yang paling umum? Kasus ini hampir mempengaruhi 3 miliar orang di dunia lho..

Kekurangan zat besi terjadi ketika penyerapan zat besi kurang dari jumlah yang dibutuhkan tubuh. Hal ini bisa disebabkan kurangnya asupan zat besi yang diserap melalui makanan yang kita konsumsi. 

kekurangan zat besi maltofer
Ciri-ciri anak kekurangan Zat Besi (sumber : theasianparent)

Tingkat kekurangan zat besi yang lebih serius yakni anemia, dapat terjadi jika jumlah sel darah merah dalam darah sedikit atau kadar hemoglobin lebih rendah dari normal. Ciri-ciri kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi) bisa dilihat dari kondisi tubuh seseorang : pucat, nafas pendek sampai sesak, lidah bengkak disertai nyeri dan bibir pecah-pecah, mulut kering, tangan dan kaki terasa dingin, rambut rontok, kuku rapuh.

Dalam sebuah acara Maltofer Woman Community di Aston Hotel & Convention Makassar (3/11), yang mengangkat tema "Peran Penting Zat Besi dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan" saya belajar lagi dari penjelasan salah satu narasumber, yakni Dr. Victor Siahaya Tjandra, Sp. A, bahwa ternyata Kekurangan Gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan tidak dapat diperbaiki di masa kehidupan selanjutnya. Itulah sebabnya orang tua harus paham pentingnya mencegah kekurangan zat besi pada anak.

maltofer, kekurangan zat besi
Saya di acara Maltofer Woman Community
Saya yang kebetulan seorang ibu dari anak berusia balita, sangat antusias dengan pemaparan Dr. Victor, apalagi tema 1000 Hari Pertama Kehidupan sangat erat kaitannya dengan yang saya alami saat ini. Terkait hal tersebut, bukan hanya nutrisi anak yang wajib diperhatikan, tapi status nutrisi ibu tentu juga sama pentingnya, utamanya selama masa kehamilan dan pertumbuhan janin, di mana bayi mengalami pertumbuhan otak, juga merupakan kesempatan untuk bayi bisa membangun tinggi badan dan berat badan potensial, sehingga ibu hamil butuh gizi mikro, protein, dan kalori.

Mengapa Zat Besi sangat Penting Dalam Proses Pertumbuhan Anak?


Sebelum membahas lebih jauh tentang manfaat zat besi untuk tumbuh-kembang anak yang dijelaskan Dr. Victor, saya mau curhat sedikit tentang seringnya saya dicerewetin sama adik saya yang kebetulan seorang dokter. Bawelnya itu lantaran sikap saya yang cenderung acuh tak acuh menghadapi selera makan anak saya yang picky-eater.

kekurangan zat besi, maltofer
dr. Victor Siahaya Tjandra, Sp.A
Saya akui, memang saya sempat menyerah ketika anak saya cuma geleng-geleng bahkan melepeh ketika disuapkan lauk daging atau sayuran.. "Baunya gak enak.." atau "Susah digigit.." sering jadi alasan untuk menolak makanan sehat yang saya sendokkan untuknya.

Seakan menemui jalan buntu, saya putuskan mengikuti saja selera makan anak saya.. Karena dia suka yang kriuk-kriuk, jadilah saya hanya memberi makan nasi dengan lauk krupuk.. (Maafkan saya, buibuk.. Saat ini saya sudah kapok bersikap gini..)

Nah.. karena berkali-kali menyaksikan saya hanya menyuapkan lauk krupuk ke anak, adik saya benar-benar sudah tidak tahan untuk segera menceramahi saya.. "Kok Radit cuma dikasih lauk krupuk? Gimana anaknya mau gede kalo tiap hari cuma makan karbohidrat sama krupuk? Zat besinya gimana? Hati-hati lho.. Pertumbuhannya bisa terhambat kalo kekurangan zat besi..", gitu katanya.

Sebagai ibu, kita harus bisa kreatif dalam menyajikan menu makanan agar mengundang selera makan si anak..

Kadang pula saya sajikan makanan disertai teh manis atau susu untuk menambah selera makannya. Memang sih, Radit lumayan semangat makan kalau ditemenin minuman yang manis-manis.. Tapi, bukannya seneng, adik saya malah tambah cerewet. Katanya, teh itu bisa menghambat penyerapan zat besi.. Duh.. makin pusing deh saya..

Dibawelin seperti itu sempat bikin saya kesel juga sih, apalagi sebagai orang awam, pemahaman saya memang sempit banget soal ini. Pikir saya saat itu, kekurangan zat besi hanya dialami oleh orang-orang Anemia.

Setelah iseng-iseng browsing sambil nyari-nyari solusi pemenuhan nutrisi dalam makanan anak, akhirnya saya benar-benar kesentil dan harus mengakui bahwa perkataan adik saya memang benar adanya.

Kekurangan zat besi gak hanya tentang anemia, tapi lebih kepada perannya dalam menyokong tumbuh-kembang seorang anak, terutama di 1000 Hari Pertama Kehidupannya. Gak heran lagi deh kenapa adik saya bisa demikian bawelnya menyinggung cara saya mengatur menu makan Radit di usia balitanya.

Hati Ayam, Lauk kesukaan Radit ini mengobati kekhawatiran saya akan potensi kekurangan zat besi pada anak (sumber : mommyasia)

Sejak saat ini pula, saya jadi sering beli hati ayam yang syukurnya, kebetulan Radit doyan banget sama rasanya, mudah dikunyah, dan punya kandungan zat besi tinggi. Sesekali saya juga mencampurkan sayur seperti wortel atau potongan sayuran hijau ke nasinya.

Menurut penjelasan Dr. Viktor, ini lho manfaat nutrisi (termasuk zat besi) pada 1000 Hari Pertama Kehidupan janin dan anak :
- Nutrisi sebagai penunjang perkembangan otak, sehingga berperan penting merangsang kemampuan  kognitif dan edukasional anak.
- Nutrisi menyokong pertumbuhan dan massa otot, serta komposisi tubuh, yang secara langsung mengontrol imunitas dan kemampuan kerja tubuh.
- Nutrisi memberikan kemampuan bagi tubuh dalam mengatur metabolisme Glukosa, Lipid, Protein, Hormon, Reseptor/Gen agar mampu mencegah resiko diabetes, obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, stroke, dan penuaan.

maltofer, kekurangan zat besi
Zat Besi sangat baik peranannya untuk meningkatkan daya tangkap dan konsentrasi anak saat belajar

Dalam pengaruhnya terhadap perkembangan otak, zat besi ternyata berperan sangat penting terhadap perkembangan metabolik, motorik, dan struktur otak janin dan anak, yakni pada bagian berikut :
- Korteks cerebral yang sangat besar kontrolnya terhadap perhatian, memori/ingatan, kesadaran persepsi, daya pikir dan bahasa anak.
- Hippocampus, merupakan pusat memori untuk pengenalan, pengolahan memori spasial, mentransfer memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang.

Jadi, jika anak mengalami defisiensi atau kekurangan zat besi, tentu akan menghambat perkembangan otaknya, terutama di 1000 Hari Pertama Kehidupan anak, karena pada masa Golden Age inilah perkembangan neuron berlangsung sangat cepat. Perlu dicatat juga, bahwa resiko kekurangan zat besi (defisiensi) paling tinggi terjadi pada usia 6-12 bulan yang bahayanya bisa mengganggu perkembangan otak.


Dari Mana Asupan Zat Besi Bisa Diperoleh?


Dari penjelasan di atas, saya jadi sadar, ternyata memang besar sekali ya peran zat besi terhadap tumbuh kembang anak, gak cuma untuk struktur tubuh, tapi juga langsung mengontrol fungsi otak.. Duh.. kebayang deh ngerinya kalo anak kekurangan zat besi, lantas melemahkan respon otaknya..

maltofer, kekurangan zat besi
Makanan yang mengandung zat besi (sumber : hellosehat)

Asupan Zat Besi untuk Anak bisa diperoleh dari makanan hariannya, terdiri dari :

Makanan Mengandung Besi-heme, dapat diperoleh dalam daging, ayam, dan ikan (daya absorpsi atau penyerapan zat besinya 2-3 kali lebih mudah dibanding besi-nonheme).
Makanan Mengandung Besi-nonheme, terdapat pada sayur-sayuran. (proses absorpsi besi-nonheme oleh tubuh bisa terhambat oleh zat-zat yang mengandung kalsium atau polifenol, namun bisa dikuatkan dengan konsumsi vitamin C).

Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi pada Anak di 1000 Hari Pertama Kehidupannya

Sekali lagi, 1000 Hari Pertama Kehidupam seseorang buka dihitung dari hari kelahirannya, tapi dimulai dari proses pembentukan janin dalam kandungan. Makanya, status nutrisi ibu juga penting, sehingga kita diwajibkan rutin mengonsumsi suplemen zat besi ataupun makanan yang tinggi kandungan zat besinya.

maltofer, kekurangan zat besi
Dalam Acara Maltofer Woman Community, kita diajak untuk lebih aware terhadap pemenuhan kebutuhan zat besi harian anak..

Setelah anak dilahirkan, ia membutuhkan seluruh zat gizi (makro dan mikro) secara seimbang dari ASI eksklusif sampai 6 bulan, diteruskan dengan MP-ASI untuk pemenuhan zat besinya.

Lantas, gimana sih cara mencegah kekurangan zat besi pada anak, terutama di 1000 Hari Pertama Kehidupannya?

Dr. Viktor punya tips jitu nih buat kita, terutama buat ibu-ibu yang anaknya picky-eater seperti saya..

- Konsumsi makanan yang mengandung zat besi minimal 2kali sehari. Perlu diingat, bahwa sayuran hijau (besi non-heme) mengandung zat besi tinggi, tetapi hanya diserap 3-8%, berbeda dengan zat besi dari makanan hewani (besi-heme) yang mampu diserap hingga 23% oleh tubuh. Makanan seperti tahu, telur, dan kacang-kacangan.

- Konsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Karena vitamin C dapat meningkatkan absorpsi zat besi dari serealia dan sayuran sebanyak 2 kali lipat, sehingga lebih banyak zat besi yang dapat diserap oleh saluran cerna. Tipsnya, masaklah makanan yang tinggi kandungan zat besinya, dipadukan dengan sumber vitamin C seperti jeruk, jeruk limau, stroberi, brokoli, atau paprika.

Maltofer, Kekurangan Zat Besi
Karena Radit termasuk anak picky-eater, jadi saya harus terapkan trik tertentu agar dia mau makan.. Salah satunya dengan membuat kreasi makanan..

- Hindari mengonsumsi susu atau teh saat makan utama, karena kandungan kalsium yang tinggi pada susu dapat menghambat penyerapan zat besi. Sementara teh mengandung zat polifenol yang dapat menghambat absorpsi zat besi. Disarankan mengonsumsi susu atau teh diminum di luar waktu makan utama.

- MP-ASI fortifikasi bisa jadi alternatif. Bayi perlu makan hati ayam sebanyak 85gram sehari (setara 3 potong sedang) atau 385gram daging sapi (hampir 1,5 porsi steak orang dewasa) untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian, yakni 11mg/hari. Jumlah ini tentu sangat banyak untuk bayi berusia 6-12 bulan, sehingga MPASI fortifikasi yang kaya besi bisa jadi alternatif asupan zat besi.

Tabel Makanan Pendamping ASI (MPASI) dari WHO/UNICEF panduan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi anak (sumber : duniasehat)


Terapkan Pola Makan yang Efektif untuk Mencegah Kekurangan Zat Besi pada Anak

Setelah memahami cara mencegah kekurangan zat besi dari segi pola makan, dengan memperhatikan kandungan nutrisi makanan yang kita berikan ke anak, ternyata ada saran juga nih untuk mengatur jadwal makannya, agar penyerapan zat besinya juga lebih efektif.

- Jadwal makanan utama dan snack (makanan selingan) secara teratur dan konsisten, yaitu 3x makanan utama dan 2x makanan kecil, termasuk susu yang bisa diberikan 2-3x sehari.

- Upayakan waktu makan tidak boleh lebih dari 30menit.

- Konsumsi air putih saja ketika waktu makan, bukan dengan teh atau susu agar penyerapan zat besinya lebih optimal

Mencegah Kekurangan Zat Besi dengan Suplemen Zat Besi Body Friendly Iron

Sejatinya, 1000 Hari Pertama Kehidupan atau Golden Age, sesuai artinya adalah masa-masa emas tumbuh kembang seorang anak, yang jika berfungsi optimal, akan berdampak secara jangka panjang ke proses perkembangan seseorang hingga menginjak usia dewasa.

maltofer, kekurangan zat besi
Yuk Cegah Kekurangan Zat Besi pada Anak agar ia tak kehilangan keceriaannya..

Kekurangan zat besi (defisiensi) pada ibu mempengaruhi status zat besi dan perkembangan otak janin, serta memungkinkan terjadinya peningkatan resiko defisiensi dan perubahan perilaku bayi. Sementara itu, kekurangan zat besi pada bayi akan berefek pada kinerja kognitif jangka pendek dan jangka panjang, perilaku sosio-emosional, serta perkembangan motoriknya.

Selain dari makanan, asupan zat besi dapat pula diperoleh dari suplemen zat besi. Tapi, memilih suplemen zat besi juga tidak boleh sembarangan, harus yang mudah diserap dan aman bagi tubuh, minim efek samping, atau body friendly iron.

Jujur, saya pun sempat meragukan suplemen zat besi yang pernah saya konsumsi sebelumnya. Bagai pucuk dicinta ulam tiba, di Maltofer Woman Community, hadir Dr. Karlinda Megawati dari Combiphar yang menyampaikan satu solusi memilih suplemen zat besi yang baik untuk tubuh, yakni Maltofer.

maltofer, kekurangan zat besi
Dr. Karlinda Megawati dan Dr. Victor Siahaya

Saya sendiri baru kali itu kenal dengan Maltofer. Selama ini, saya mengenal Combiphar sebagai brand obat-obatan yang produknya banyak dipilih masyarakat Indonesia untuk sebagai solusi  mengatasi penyakit.

Mengenal Maltofer, Body Friendly Iron yang Berbeda dari Suplemen Zat Besi Lainnya

Kasus kekurangan zat besi bisa terjadi pada siapa saja, tanpa batasan usia, dari anak-anak hingga dewasa, dikarenakan kurangnya kandungan zat besi yang diperoleh dari makanan yang dikonsumsi. Akibatnya, kadar zat besi dalam tubuh ikut menurun.

Oleh karena itu, peranan suplemen zat besi menjadi penting. Alasan ini yang melatarbelakangi Combiphar ketika meluncurkan Maltofer, suplemen zat besi oral untuk semua usia, yang secara klinis mampu memperbaiki kadar zat besi dalam tubuh, sebagai terapi pencegahan kekurangan zat besi atau Anemia Defisiensi Besi. Maltofer merupakan produk Swiss yang telah hadir di lebih dari 80 negara.

maltofer, kekurangan zat besi
Maltofer, Suplemen zat besi yang aman untuk tubuh, minim efek samping

Mengapa Maltofer Berbeda ?

Kebanyakan orang mengonsumsi suplemen zat besi yang mengandung ferrous salt, seperti ferrous sulphate, ferrous fumarate, dll). Ferrous salt inilah yang diserap tubuh secara tidak terkontrol, sehingga dapat menimbulkan efek samping seperti konstipasi, perut kembung, diare, dan rasa mual.

Awalnya, saya sempat menyangka kalau Maltofer ini semacam multivitamin atau suplemen zat besi yang cenderung sama dengan produk sejenis. Sebelumnya, saya pernah disarankan oleh dokter untuk minum suplemen zat besi setelah bersalin, tapi tidak lama sesudahnya, perut saya terasa kembung. Efek samping inilah yang membuat saya agak malas mengonsumsi suplemen zat besi, lupa akan pentingnya zat besi untuk tubuh.

maltofer, kekurangan zat besi
Maltofer berbeda dengan suplemen zat besi lainnya, sangat baik untuk menunjang pertumbuhan anak di 1000 Hari Pertama Kehidupannya

Begitupun ketika pertama kali bertemu Maltofer, saya sempat takut kalau-kalau Maltofer beresiko sama. Ternyata, setelah dijelaskan oleh Dr. Karlida, ternyata persepsi saya salah lho, buibuk.. Preparat Maltofer hanya mengandung zat besi saja, yakni Iron Polymaltosa Complex (IPC), senyawa larut air yang terdiri dari inti besi (III)-hidroksida dengan polymaltosa shell yang menyerupai ferritin.

IPC dalam Maltofer diserap secara aktif dan terkontrol agar tubuh hanya menyerap zat besi sesuai kebutuhan, sehingga penyerapan zat besi menjadi lebih efektif, dan mengurangi timbulnya efek samping.

Karena IPC ini pula, Maltofer aman-aman saja jika Maltofer diminum bersama teh atau susu, tidak akan menimbulkan reaksi negatif yang bisa menghambat penyerapan zat besi (telah diuji coba di Maltofer Woman Community).

Uji Coba Daya Serap Maltofer dalam minuman teh, terbukti bahwa Maltofer masih bisa larut tanpa menimbulkan reaksi negatif

Lapisan polymaltosa pada Maltofer memberi stabilitas dan kelarutan komponen kompleks besi, sehingga toksisitasnya rendah dan torabilitasnya baik. Inilah sebabnya Maltofer layak dikatakan sebagai body friendly iron.

Soal rasa, Maltofer juga punya keunikan tersendiri yakni rasa coklat Swiss yang membuatnya lebih enak dikonsumsi untuk segala usia.

Varian Maltofer, Body Friendly Iron

Untuk bisa segera merasakan manfaat Maltofer bagi tubuh, ternyata tidak susah lho.. Karena saat ini Maltofer sudah tersedia di apotek dan toko obat seluruh Indonesia dalam 4 varian, diantaranya :

- Maltofer drops 30 ml, kemasan tetes yang dapat diminum oleh segala usia, dari bayi, anak-anak, hingga dewasa (termasuk ibu hamil dan menyusui)
- Maltofer sirup 150 ml, kemasan sirup untuk anak dan dewasa
- Maltofer Chew, suplemen zat besi pertama di Indonesia dalam varian tablet kunyah
- Maltofer Fol tablet kunyah, dengan kandungan adam folat untuk ibu hamil.

Maltofer tersedia dalam 4 varian untuk segala usia (sumber foto : Maltofer)


Kita dianjurkan mengonsumsi Maltofer selama atau setelah makan. Maltofer drops dan sirup dapat dicampur dengan jus buah dan sayuran, atau dengan minuman botol. Adanya pewarnaan tidak mempengaruhi rasa maupun khasiatnya. Maltofer tablet dapat dikunyah atau ditelan langsung. Dosis harian dapat dibagi dalam beberapa dosis atau dapat dikonsumsi sekaligus.

Saya sendiri sudah mencoba Maltofer Chew sebagai suplemen zat besi harian saya. Kesan pertama, rasa coklat Swiss-nya sangat enak, sehingga saya yakin anak-anak juga bakalan suka sama rasanya. Selama beberapa hari konsumsi, saya tidak merasakan ada efek samping seperti konstipasi atau mual. Begitupun jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau minuman lainnya, saya merasa nyaman-nyaman saja.

Sebagai body friendly iron, Maltofer sangat bisa diandalkan sebagai coverage bagi tubuh dalam mencegah kekurangan zat besi di 1000 Hari Pertama Kehidupan, sebagai suplemen zat besi untuk ibu hamil dan janinnya, juga untuk anak-anak.

Maltofer, kekurangan zat besi
Maltofer Chew atau Tablet Kunyah, tersedia dalam rasa coklat Swiss yang enak

Di acara Maltofer Woman Community, Dr. Karlinda juga sempat menyinggung bahwa Maltofer tetap aman jika diminum bersamaan dengan obat-obatan lain, namun ada baiknya menghubungi dokter atau apoteker dulu.

***
Maltofer, kekurangan zat besi
Blogger Makassar yang hadir dalam Maltofer Woman Community

So, yuk kita sebagai ibu lebih semangat memberikan asupan zat besi sesuai kebutuhan tubuh anak. Jangan sampai anak kita mengalami kekurangan zat besi. Apalagi saat ini sudah ada Maltofer yang siap menjadi solusi mengatasi masalah kekurangan zat besi, dengan formulanya yang lebih aman untuk tubuh..

Untuk info lebih lanjut mengenai Maltofer, cek di maltofer.combiphar.com atau di instagram @maltoferid dan di facebook Maltofer Indonesia.

Have a Nice Healthy Day..

***
#maltofer
#maltoferwomancommunity
#maltoferIndonesia
#Combiphar
#Makassar

Minggu, 10 November 2019

Teknologi DOMUS Hadir Lagi di Pameran Konstruksi Indonesia

Inovasi dan infrastruktur rasanya gak bisa dilepaskan dari pembangunan sebuah kota.. Setuju gak temen-temen?

DOMUS Pameran Konstruksi Indonesia 2019
Stand TataLogam Group menampilkan Teknologi DOMUS di Pameran Konstruksi Indonesia 2019 (foto : Bowo Susilo)

Alasan ini pula yang bikin aku antusias ketika tau di Indonesia ada gelaran pameran yang khusus melibatkan perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri konstruksi, yakni Pameran Konstruksi Indonesia, yang tahun ini digelar di JIEXPO Kemayoran, 6-8 November 2019.

Salah satu perusahaan yang turut berpartisipasi dalam Pameran Konstruksi Indonesia di 2019 adalah Tatalogam Group, yang selama ini dikenal sebagai perusahaan yang memfokuskan diri dalam industri baja.

Aku mulai mengenal Tatalogam Group saat mengunjungi stand-nya Pameran Konstruksi Indonesia tahun lalu. Ada satu hal yang menarik perhatian saya di stand tersebut, yaitu letter besar menyala berwarna biru, bertuliskan DOMUS.


Usut punya usut, DOMUS adalah salah satu inovasi yang diusung Tatalogam Group untuk membantu para korban bencana alam Lombok, Palu, dan Konawe, dalam bentuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) tahan gempa. Simak liputan kunjunganku ke stand DOMUS di Pameran Konstruksi Indonesia 2018 di sini : DOMUS untuk Hunian Sementara Tahan Gempa

Tatalogam Group melakukan percepatan pembangunan hunian bagi korban bencana dengan menerapkan teknologi DOMUS. Dalam menjalankan misi ini, TataLogam Group bekerja sama dengan Kementerian PUPR dan BNPB.

Rekonstruksi pembangunan hunian tersebut juga melibatkan tenaga personel TNI/Polri dalam pelaksanaan pembangunannya di lapangan. Sebelum dilibatkan, tenaga personel TNI/Polri menjalani pelatihan dan sertifikasi yang diselenggarakan oleh Tatalogam Group, bekerja sama dengan kementerian PUPR dan LPJK provinsi setempat.


Inovasi TataLogam Group, salah satunya adalah TataBuilder (foto : Bowo Susilo)


Dengan keterlibatannya dalam Pameran Konstruksi Indonesia 2019, TataLogam Group nampaknya semakin serius untuk mendukung program pemerintah dan BUMN dalam hal pembangunan untuk Indineaia yang lebih baik, yang dapat dilaksanakan secara cepat tanpa mengabaikan kekuatan dan keindahan strukturnya.

Sebagai perusahaan PMDN, Tatalogam Group berkomitmen untuk menggunakan baja dalam negeri guna mendukung pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan di Indonesia, serta mendukung adanya informasi ketersediaan material dan peralatan konstruksi, sebagai informasi rantai pasok yang akurat dan komprehensif.

Ide Tatalogam Group ini tentunya semakin memudahkan konsumen untuk mengakses informasi mengenai produk-produk TataLogam Group, termasuk DOMUS. Apalagi, saat ini DOMUS punya satu inovasi teknologi terbarunya, yaitu Hunian Tetap (Huntap) yang bisa selesai pembangunannya dengan cepat dan tidak perlu banyak tenaga tukang, praktis, juga hemat secara biaya.

Proses Perakitan Huntap DOMUS direkonstruksikan pada Pameran Konstruksi Indonesia (foto : Bowo Susilo)

Huntap DOMUS yang dihadirkan Tatalogam kali ini memang unik. Dengan teknologi DOMUS yang mengandalkan bahan dasar baja ringan (yang diyakini lebih lama waktu keruntuhannya dibanding beton), pembangunan hunian menjadi lebih cepat. Bayangkan, dalam 5 hari pembangunan saja, sudah bisa menghasilkan hunian tipe 21, padahal hanya melibatkan 4 orang tukang dalam pengerjaannya.

Harga untuk satu unit rumah DOMUS pun terbilang murah lho, temen-temen. Untuk tipe 21 saja ditaksir sekitar Rp 30-70 jutaan. Gak perlu bingung jika ingin memesan, karena sudah tersedia via aplikasi SiMantAPP, yang bisa diunduh pada smartphone dan tersedia untuk Android dan iOs. Dari aplikasi tersebut, terdapat pilihan tipe rumah dan estimasi harga.

Tatalogam Group menghadirkan inovasi DOMUS ini sebagai solusi mengantisipasi lamanya waktu pembangunan konvensional. Pada dasarnya, pembangunan huntap Domus ini sama dengan hunian pada umumnya, yaitu pondasi dengan beton. Namun, yang membedakan adalah rangka bangunan, kolom praktis, dan rangka atap menggunakan baja ringan.

Kuat dan Cepat adalah hal penting yang ditawarkan Tatalogam dalam inovasi Huntap Domus (foto : Bowo Susilo)


Selanjutnya, Domus hunian tetap instan ini juga menggunakan kombinasi dinding bata ringan dan genteng metal. Pelaksanaannya tinggal dirakit sesuai kebutuhan, tanpa perlu menunggu coran kering dulu, pengerjaannya bisa paralel.

Teknologi Domus bisa diaplikasikan untuk bangunan rumah tinggal, pasar, ruko, pabrik, gudang, dan lain-lain. Dengan kemampuan kecepatannya dalam proses membangun tersebut menjadikan Domus sebagai teknologi yang cocok dalam membangun rumah bagi korban bencana alam, maupun untuk pembangunan suatu wilayah kota.

Selasa, 05 November 2019

Temukan Rasa Favoritmu di Pucuk Coolinary Festival Makassar


Jangan ngaku foodies kalau kamu belum nyobain semua varian rasa kuliner yang ada. Dari sekian banyak pilihan food taste, kamu pastinya punya satu yang paling difavoritkan, misalnya : Pedas, Manis, atau Gurih.

Pucuk Coolinary Festival
Bangga banget Makassar kepilih jadi titik gelaran Pucuk Coolinary Festival tahun ini..

Untuk memuaskan selera makan para foodies, di Makassar baru saja digelar satu event kuliner yang mengajak kamu "Temukan Rasa Favoritmu", yakni Pucuk Coolinary Festival, persembahan Teh Pucuk Harum, 2-3 November 2019 di Lapangan Parkir Mal Phinisi Point.


Pucuk Coolinary Festival


Pucuk Coolinary Festival dibuka Sabtu pagi, 2 November 2019 oleh Kepala Dinas Perindustrian dan UMKM Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ahmadi, SE. MM mewakili Gubernur Sulawesi Selatan serta Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Makassar Evi Apriliaty, SE, MM mewakili Walikota Makassar, dan National Sales & Promotion Head PT. Mayora Indah Tbk., Henry David Kalangie.



Kemeriahan Opening Ceremony Pucuk Coolinary Festival Temukan Rasa Favoritmu di Makassar

Ketika Makassar dinobatkan sebagai salah satu destinasi kuliner di Indonesia oleh Kementerian Pariwisata sejak tahun 2016, tentunya tak salah bila Makassar kemudian dipilih sebagai titik dihelatnya festival kuliner terbesar tahun ini, setelah sebelumnya sukses di 3 kota : Yogyakarta, Medan, dan Palembang.

Industri kuliner juga berperan penting dalam memajukan kualitas masyarakat Makassar dan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya, seiring pesatnya perkembangan UMKM dan start-up kuliner di Makassar.

Tak lengkap memang bila berkunjung ke Makassar tapi belum menyempatkan diri untuk mencicipi makanan khas kota yang identik dengan Pantai Losari-nya ini, sebut saja Sop Konro, Coto Makassar, Mi Titi, Pallu Basa, Sop Saudara, Es Pallu Butung, Es Pisang Ijo, Pisang Epe, Nasu Palekko, Songkolo Bagadang, dan masih banyak lagi rasa autentik khas Kota Anging Mammiri yang bakal bikin kamu kangen pengen makan lagi dan lagi..

Antuasisme Warga Makassar di Pucuk Coolinary Festival terbukti dari jumlah pengunjung yang membludak

”Kota Makassar sendiri sudah menjadi pilihan kota tujuan wisata yang populer dari luar Sulawesi, mulai dari wisata sejarah, budaya, dan juga ragam kuliner yang terkenal kelezatannya menggugah selera.." ujar Yustina Amelia, Brand Manager Teh Pucuk Harum.




Selain bisa eksplorasi kuliner dan Temukan Rasa Favoritmu, tentunya ditemani kesegaran Teh Pucuk Harum di 3 Zona makanan yang ada, yaitu Zona Manis, Zona Pedas, dan Zona Gurih, pengunjung Pucuk Coolinary Festival yang sebagian besar adalah millenials ini juga dihibur oleh band lokal dan special performance dari Juara Rising Star Indonesia Season 2, Andmesh Kamaleng.

Pucuk Coolinary Festival
Penampilan Andmesh Kamaleng di Pucuk Coolinary Festival

Senang sekali aku bisa berkunjung di hari pertama event Pucuk Coolinary Festival ini bersama anakku, dan berbagi kegembiraan dengan sesama pengunjung.

Suatu pengalaman berkesan buat kami bisa mencoba makanan favorit kami, yakni French Fries di stand Queen Potatoh and Bread di Zona Gurih, serta nyobain Puding Regal di Marrasana Dessert dan Red Velvet Crepes di The Crepes di Zona Manis. Bahagia banget bisa liat wajah antusias anakku saat mencicipi menu kuliner kesukaannya.


Pucuk Coolinary Festival
Puding Regal Marrasana Dessert

Red Velvet Crepes (The Crepes)

Pucuk Coolinary Festival
French Fries (Queen Potatoh & Bread)

Lebih asyiknya lagi, pengunjung Pucuk Coolinary Festival juga bisa ikutan beragam aktivitas seru dan berhadiah seperti berfoto di Photo Booth yang tersebar di area Pucuk Coolinary Festival, diantaranya:

- Happy Hour, dimana pengunjung bisa menikmati kuliner dengan mendapatkan voucher potongan harga senilai Rp 10,000,- dan juga memperoleh 2 botol Teh Pucuk Harum ukuran 1,5 liter.

- Spicy King Noodle Contest. Ajang ini mengajak pengunjung menguji ketahanan lidahnya terhadap makanan pedas, dengan cara ikut lomba menyantap mie jumbo pedas dalam waktu dan level pedas yang sudah
ditentukan, tentu bersama manis dan segarnya Teh Pucuk Harum.

Pucuk Coolinary Festival
Spicy King Noodle Contest

- Celengan Pucuk. Di Pucuk Coolinary Festival ini, Teh Pucuk Harum juga mengadakan bagi-bagi 10.000 porsi otak-otak gratis kepada pengunjung dengan cara menukarkan 2 botol kosong Teh Pucuk Harum dengan seporsi otak-otak. Uniknya, botol kosong itu kita masukkan ke dalam sebuah wadah besar bernama "Celengan Pucuk" yang penampilannya eye-catchy banget. Gak heran kalo antriannya panjang banget.


pucuk Coolinary Festival
Bagi-bagi 10.000 Porsi Otak-otak Gratis dengan Menukarkan 2 Botol Kosong Teh Pucuk Harum di Celengan Pucuk

Menariknya, Pucuk Coolinary Festival di Makassar terbuka gratis untuk umum, jadi siapa saja bebas masuk dan langsung bisa menikmati kemeriahan acara yang melibatkan lebih dari 100 tenant favorit yang tersebar di 3 zona rasa favorit foodies ini, memanjakan lidah dan perut foodies dengan porsi dan harga yang pas.

pucuk coolinary festival
Pemenang Tenant Terfavorit Pucuk Coolinary Festival

Di penghujung acara Pucuk Coolinary Festival, Teh Pucuk Harum membagikan 2 buah motor Yamaha NMAX kepada pengunjung dalam sebuah pengundian doorprize yang diadakan perharinya.

Khusus untuk tenant, Teh Pucuk Harum juga gak mau ketinggalan untuk mengapresiasi 3 tenant terbaik yang berhasil meraih jumlah voting terbanyak dari para pengunjung. Hadiahnya gak tanggung-tanggung lho, Foodies.. Masing-masing tenant terbaik berhak atas hadiah Rp.15 Juta. Wow !

Nah.. gimana, Foodies? Seru banget kan Pucuk Coolinary Festival di Makassar?

Sampai jumpa di Pucuk Coolinary Festival selanjutnya !

See you..